Risalah 7 – Kebhinekaan adalah Rahmat-Nya

Gandaria, Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Perayaan Kebhinekaan melalui Kirab Budaya dan Pentas Budaya yang menampilkan betapa Indahnya warna-warni Kebudayaan yang ada di Indonesia

SURAT TERBUKA UNTUKMU INDONESIA

Risalah 7

Indonesiaku tercinta..

Di alam ini tidak satupun yang sama . Segala sesuatu berbeda. Beda lokasi, ukuran, warna, rasa, kualitas, sifat, aroma, sisi, bentuk, pola, gaya, dan sebagainya. Jikapun ada ungkapan kata “ini sama dengan itu” , itu hanyalah menunjuk pd sebagian sisinya saja, sisi warna, sisi bentuk, atau sisi volume.

Perbedaan itu keindahan. Lihatlah pelangi, warna-warni bunga, besar kecil ikan di aquarium, dan seterusnya. Perbedaan itu keadilan alam. Menyamakan yang berbeda itu tidak adil, sama dengan tidak adilnya membeda-bedakan yang sama.

Indonesiaku..

Keragaman adalah pola kasih sayang Tuhan. Keragaman, perbedaan, kebhinnekaan, hanyalah untuk menunjukkan bhw kita berasal dari yang Maha Esa. Keragaman membawa kita pada romantika dan dinamika hidup dimana kita dapat saling berbagi dan saling melayani. Bayangkan jika semua warna hitam atau putih saja. Bayangkan jika semua manusia kaya. Apakah akan ada kehidupan?

Indonesiaku..

Perbedaan itu wajar, biasa dan sangat alami. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan atau diperselisihkan. Nenek moyang kita dahulu sangat cerdas menyikapi perbedaan ketika mereka mengabadikan diktum BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Warisan nilai Bhinneka Tunggal Ika ini adalah pusaka leluhur kita yang tidak dimiliki oleh bangsa bangsa lain di dunia. Kehebatan suatu bangsa dilihat dari secerdas apa mereka menyikapi kehidupan, menyikapi keragaman, menyikapi kebhinnekaan.

image

Perbedaan adalah Keindahan, Keindahan adalah Rahmat, Rahmat adalah Kuasa-Nya.

Indonesiaku..

Lihatlah bangsa-bangsa lain, di Timur Tengah misalnya, yang perbedaan di antara mereka tidak terlalu banyak seperti di negri ini yang terdapat ribuan suku, ribuan bahasa, ratusan keyakinan, ratusan adat istiadat, mereka tak henti-hentinya saling berbunuhan sesama mereka hingga hari ini.

Semestinya mereka belajar dewasa dalam menyikapi hidup, menyikapi perbedaan, kepada kita, bukan kita mengimpor perselisihan, budaya penyeragaman, budaya pengkerdilan, dan budaya pertengkaran dari mereka.

Semoga putra-putra bangsa yang berkesempatan ke Timur Tengah apakah untuk tujuan bisnis, studi, wisata, adalah putra putra Indonesia pilihan yang cerdas yang membawa pencerahan bukan mereka yang lugu, gagal paham yang malah belajar bagaimana cara hidup hancur hancuran tidak karuan.

Salam Bhinneka Tunggal Ika

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s