Risalah 12 – Ruh dan Nyawa Kebangsaan

Gandaria, Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Menghidupkan Ruh dan Nyawa Kebangsaan

SURAT CINTAKU UNTUK PARA INDONESIANIS

Risalah 12

Sahabat Indonesianis tercinta,

Kali ini aku ingin bicara soal nyawa. Ruh. “SPIRIT”.

Sesuatu itu dinyatakan hidup ketika padanya terdapat nyawa. Ketika nyawa sudah tidak ada maka matilah sesuatu yang semulanya hidup. Dan kerika sesuatu yang semulanya mati dinyatakan hidup ketika nyawa merayap pada dirinya.

Aku akan bicara nyawa atau ruh dalam perspektif sosial dan kebangsaan. Bukan nyawa pada hewan atau manusia.

Indonesia kita adalah sebuah negara. Negara adalah satu organisasi besar dimana anggotanya adalah segenap warganya. Fungsi organisasi adalah menata dan mengkoordinasikan para anggotanya untuk melakukan kerja dan tugas sesuai peran dan fungsi masing-masing.

image

Jati Diri Kebangsaan harus di tanamkan sejak dini, lewat Pendidikan dan Pengenalan terhadap Bangsa dan Tanah Airnya

Nyawa organisasi bukanlah hirarki atau struktur tapi koordinasi. Organisasi dinyatakan mati jika tak ada koordinasi. Nyawa koordinasi adalah komunikasi. Jika tidak ada komunikasi antara pemimpin dan rakyat maka koordinasi kehilangan nyawanya, mati.

Nyawa komunikasi adalah kesetiaan. Manakala tidak tumbuh kesetiaan antar warga bangsa, dan antar pemimpin, serta antara pemimpin dan yang dipimpin, maka komunikasi kehilangan nyawa, mati.

Nyawa kesetiaan adalah kesadaran dan kepedulian berbangsa. Manakala warga bangsa dari rakyat biasa hingga pemimpin sudah tidak ada kesadaran dan kepedulian berbangsa, maka kesetiaan pada negara kehilangan nyawa, mati.

image

Kecintaan adalah Fitrah, tapi sudah tentu harus di tanamkan Bibit Kecintaan Yang jelas mesti. Terutama Kecintaan terhadap Bangsa dan Tanah Air.

Nyawa kesadaran dan kepedulian adalah tanggungjawab. Manakala tak ada lagi tanggungjawab maka kepedulian kehilangan nyawa, mati.

Dan nyawa tanggungjawab adalah pendidikan kebangsaan sejak dini dari TK hingga seumur hidup, manakala tidak ada pendidikan bangsa dan kebangsaan maka tanggungjawab kehilangan nyawanya, mati.

image

Menanamkan Spirit Kebangsaan lewat berbagai macam kegiatan, lewat usaha pencapaian Cita-cita luhur, lewat Budaya, dsb.

Indonesiaku,

Jangan remehkan pendidikan. Ketika pendidikan tidak efektif, maka jangan lagi kita cerita tanggungjawab, kepedulian, keseriaan, komunikasi, koordinasi, organisasi dan memiliki negara yang hebat.

“The great weapon to change world is eduvation”. kata Nelson Mandela.

Gairahkan pendidikan atau bangsa ini hancur dimakan berbagai kepentingan politik dunia.

Salam Pendidikan Nasional

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s