Risalah 17 – Kebhinekaan sebagai Gerbang Kedaulatan dan Perkembangan Indonesia

Gandaria, Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Bhinneka Tunggal Ika - Sebuah Semboyan Persatuan yang menjadi jalan Kemajuan dan Kedaulatan Indonesia.

SURAT CINTA UNTUKMU INDONESIA

Risalah 17

Indonesiaku tercinta,

Kamu terlahir di suatu negri yang dibilang paradise on earth. Surga di bumi. Apa yang tidak ada di tanah airmu?
Arab hanya cerita unta dan pohon kurma. Australia hanya punya cerita Kangoroo. Eropa hanya cerita Kuda. Jepang hanya punya cerita bunga Sakura.

Di negerimu, hewan jenis apa yang tidak ada, buah,rempah dan sayur jenis apa yang tidak ada. Suku bangsa dan bahasa apa yang tidak ada. Iklimnya tidak ekstrim dingin atau ekstrim panas. Apa saja bisa tumbuh di atas tanah airmu. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Semua bangsa di dunia menghayal ingin tinggal di tanah airmu, mereka membangun pabrik pabrik diatas tanahmu, dengan bahan-bahan baku berasal dari negrimu, dengan tenaga murah dari negerimu, membangun gurita bisnis, membayar pejabat-pejabat untuk memuluskan megabisnis mereka dengan regulasi, membeli tanah berhektar-hektar dengan uang dari bank-bank yang adalah kumpulan uang keringatmu.

Mereka terdidik , sedang kamu hanya main main menghabiskan waktumu saling lempar status anti Pancasila, anti pemerintah, saling caci keyakinan, ributkan program pemerintah, ributkan kursi jabatan, persaingan karir di partai, tidak peduli pendidikan generasi muda, keluarga broken home, acara tv joged joged, jingkrak sana jingkrak sini.

Kini, tiba-tiba kamu sudah jadi tamu di rumahmu sendiri. Gigit jari. Garuk-garuk kepala. Bawa-bawa surat lamaran ke perusahaan Jepang, Korea, Jerman, China, Amerika yang berdiri di tengah-tengah rumahmu. Jadi buruh kasar atau jadi telunjuknya si Boss.

Terus kamu mulai putus asa, menyalahkan Barat, Timur, China, Jepang, dsb. Kamu tidak mampu bersaing , kamu hanya bisa masuk surga yang kamu hayalkan sendiri dengan kesalihan yang tidak menghasilkan apa-apa selain caci-maki, dan memasukkan orang-orang ke neraka yang kamu ciptakan dengan keputus asaanmu.

image

Demi Anak-Cucu kita semua

Tapi masih ada waktu untuk kamu berbenah, meningkatkan kualitas dirimu, generasi mudamu, mendidik anakanakmu dan menggunakan waktumu dengan produktif. Jangan buang waktumu sia-sia bertengkar dengan sesama bangsamu kecuali kamu ingin mempersiapkan anak cucumu menjadi budak budak tak berharga di rumahnya sendiri.

Salam Indonesia

(Penyunting: Tim KOMANDO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s