Risalah 13 (Tertunda) – Insting dalam Dirimu

Gandaria, Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Mengenal Realitas diri, untuk ikut serta membangun Negara.

KURSUS POLITIK ADILUHUR (edisi 02)

Risalah 13

Indonesiaku,

Politik itu ya kegiatan hidup itu sendiri. Setiap tarikan dan hembusan nafasmu adalah politik. Kamu tidak dapat keluar dari kehidupan dan atmosfir politik. Persoalannya kamu jadi subjek atau objek, aktif atau pasif, memprogram atau diprogram, berkorban atau jadi korban-korban politik.

Mudah sekali melihat apakah seseorang itu subjek atau objek politik, apakah dia aktif atau pasif, apakah dia itu memprogram atau diprogram, apakah dia itu tercerahkan dalam dunia politik atau jadi mangsa dan korban politik.

Indonesiaku,

Pada risalah 27 aku telah menulis tentang dua jenis politik insani dan hewani. Bahwa peristiwa politik pertama kali terjadi dalam wilayah pemerintahan diri.

Mereka yang dirinya berpihak dan berpijak pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta kasih, kemurahan, kebenaran, keadilan, kehormatan, tanggungjawab dan kepedulian pelayanan, mereka adalah manusia tercerahkan dan mencerahkan, bahagia dan membahagiakan, cemerlang dan mencemerlangkan.

Mereka berhak disebut aktifis bukan pasifis, responsif bukan reaktif, memprogram bukan terprogram, memimpin dan mengendalikan, mereka memulai dengan pengorbanan diri sehingga mereka tidak jadi korban. Politik mereka adalah politik insani, suci, murni dan adiluhur. Sejarah merekam detik-detik dan setiap detil kehidupan mereka dengan penuh terimakasih. Mereka akan dikenang sebagai manusia “utusan” Tuhan, perpanjangan “tangan”Nya.

Adapun mereka yang dikuasai oleh keganasan libido hewannya, yang hanya mementingkan dirinya, menghalalkan segala cara demi keselamatan dan kenyamanan dirinya saja, menumpuk harta dg cara mencuri atau korupsi, menebar penderitaan dimanamana, menebar kebencian, dendam, adu domba dan permusuhan, menginjak anak tangga demi karir pribadi dan mengorbankan pihak lain, mereka sesungguhnya telah tertindas oleh libidonya dan karenanya mereka menindas, mereka telah jadi korban keganasan birahinya yang karenanya mereka mengorbankan siapapun di luar dirinya.

image

Kesadaran dan Insting.

Mereka disebut hewan berjalan tegak yang tengah berpolitik memangsa bagai musang, menerkam bagai serigala, menerjang bagai babi hutan, mencabik-cabik bagai anjing, membelit dan melilit bagai ular, menipu bagai buaya, mengintrik bagai bunglon. Politik mereka adalah politik hewani, tak ada belas kasihan kecuali dalam rangka memerangkap mangsanya, tak ada kebaikan kecuali dalam rangka menjebak korbannya.

Setiap saat kesadaran insanimu bertempur dengan insting hewanmu saling rebut untuk ambil kekuasaan. Keberhasilan kegiatan politik di masyarakat sangat tergantung pada kesuksesan dalam politik wilayah pemerintahan diri , dan begitupun sebaliknya.

Jenis politik manakah yang kamu jalani?

Salam Politik Adiluhur

(Penyunting: Tim KOMANDO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s