Risalah 27 – Kursus Politik ADILUHUR

Gandaria, Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Politik - Mau berkorban atau jadi Korban.

SURAT TERBUKA

Risalah 27

Indonesiaku..

Sebelum kamu terjun ke dunia politik sebaiknya kamu pahami dahulu apakah itu politik. Apakah benar politik itu kotor?
Atau meminjam pertanyaan Iwan Fals, apakah selamanya politikĀ itu kejam, apakah dia datang untuk menghantam…?

Indonesiaku..

Mereka yang tidak mengerti politik dipastikan selamanya menjadi korban politik. Karenanya, kamu mesti tahu apa itu politik.

Tulisanku ini adalah bagian dari Kursus Politik Adiluhur.

Politik itu adalah seni mengendalikan manusia oleh manusia. Atau seni memimpin manusia oleh manusia untuk mencapai cita-citanya.

Manusia dalam kesendiriannya adalah suatu organisasi karena dalam dirinya terjadi peristiwa kepemimpinan, terjadi peristiwa saling rebut kepemimpinan. Setiap saat di wilayah pemerintahan wilayah dirimu terjadi peristiwa politik, peristiwa saling rebutan kendali antara kesadaran insanimu dan naluri hewanimu, antara akalmu dan libidomu, antara kecerdasan spiritual intelektualmu dan insting reptilmu.

Indonesiaku..

Atas dasar logika ini, maka politik itu sederhananya terbagi dua. Politik insani dan politik hewani.

image

Politik Insani

Politik pertama kali beroperasi di wilayah dirimu. Jika kesadaran insanimu, akal nuranimu, kecemerlangan intelektualmu, spiritualitasmu memegang kendali atas kecenderungan hewanimu, atas keganasan libidomu, atas insting otak reptilmu, maka saat itu kamu telah menjalani politik insani, politik adiluhur, politik suci murni yang membahagiakanmu dan membahagiakan lingkunganmu.

Jika kecenderungan hewanimu, keganasan libidomu, kerakusan syahwatmu menguasai dirimu, maka kamu telah menjadi korban pertama oleh keganasan libidomu dan kamu telah menderitakan dirimu sendiri dan menderitakan lingkunganmu, karna kamu telah menjalani politik hewan.

Politik insani adalah politik manusia-manusia merdeka yang hanya berpihak dan berpijak pada kebenaran, keadilan, kebijaksanaan dan kehormatan. Mazhab politik hewani adalah politik orang orang bebas, semau-mau, sesuka-suka tanpa memperdulikan apakah negeri dan rakyat ini menderita, sengsara, tergadaikan, pecah-belah, dsb atau tidak. Satu-satunya yang dipikirkan hewan adalah dia sendiri harus hidup, enak, aman, nyaman, kenyang, selamat, selain dirinya bukanlah urusannya.

Nah, kalau kamu sudah mengerti ini kamu tinggal menonron panggung politik sekaligus latihan politik. Hanya kamu yang dapat memutuskan apakah kamu akan menjalani politik insani atau politik binatang.

Salam Kursus Politik

(Penyunting: Tim KOMANDO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s