Risalah 35 – Politik Judi

Bojongsari, Maret 2916.
Oleh: Eza Azerila

image

Buku POLITIK ADILUHUR PANCASILA

KURSUS POLITIK ADILUHUR PANCASILA

Risalah 35 / Politik Judi

Indonesiaku..

Judi adalah kosakata bermakna untung-untungan, gambling, spekulasi, tak ada kepastian. Segala kegiatan yang bersifat untung-untungan, spekulasi, gambling, tidak menurut perhitungan hukum akal, disebut berjudi.

Judi terlarang bukan oleh agama, tapi oleh akal sehat. Jika ada agama yang melarang judi karena agama selaras dengan akal sehat. Hukum Tuhan adalah hukum kepastian sebab akibat. Dapat dihitung, diukur dan direkayasa menurut takaran-takaran hukum kausal. Tuhan tidak sedang berjudi, kata Albert Einstein.

Akal menolak suatu sikap dan tindakan yang untung-untungan, spekulasi dan tidak ada kepastian logis.

Atas dasar logika ini maka judi bukan hanya berlaku di dunia kartu, tebak-tebakan kesebelasan atau petinju mana yang menang dan mana yg kalah. Dunia bisnis, politik, agama, gerakan, organisasi atau apapun, saat kamu melakukannya tanpa perhitungan, tanpa perencanaan, dimana kamu menginvestasikan tenaga, waktu, pikiran, uang, perasaan, yang tidak sedikit, maka sebenarnya kamu sedang berJUDI.

Bisa saja kamu menunjuk orang sedang bermain judi dengan kartu domino, tapi kamu sedang melakukan judi yang lebih besar, untung-untungan dalam beragama, berpolitik, berbisnis, berorganisasi dan berumah tangga.

Apapun kegiatan yang tidak didasari perhitungan akal sehat adalah judi.

Salam Indonesia

(Penyunting: Bung dan Bunga KOMANDO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s