Risalah 41 – Keberpihakan Politik

Gandaria, 9 Maret 2016

oleh : eza azerila

IMG-20160315-WA0029

KURSUS POLITIK ADILUHUR PANCASILA
Risalah 41 / Keberpihakan Politik
Indonesiaku…

Isu politik yang sesungguhnya adalah isu permanen dan universal, isu kebenaran vs kedustaan, isu keadilan lawan kezaliman, isu ketuhanan vs kesetanan, isu kemanusiaan vs anti-kemanusiaan bukan isu agama anu vs agama ini, panganut mazhab ono vs penganut mazhab ini, orde lama vs orde baru, KIH vs KMP, Ahok vs FPI, Partai vs Non-partai.

Isu-isu yang disebut belakangan itu hanyalah isu temporal, kontekstual, dan sektoral. Isu-isu itu datang dan pergi, kemudian datang dan lalu pergi lagi tak ada habis-habisnya. Berpihak pada salah satunya kamu kan terjebak dalam situasi salah tingkah gak karuan. Sadar tidak sadar, kamu sedang menari mengikuti irama musik yang ditabuh pihak misterius.

Indonesiaku…

Keberpihakan politik adiluhur bukanlah pada sosok tokoh tertentu, atau partai tertentu. Dan pula bukan nertral. Tapi keberpihakannya pada ketuhanan,kemanusiaan,kebenaran, keadilan, kehormatan, kemurahan, kejujuran, kemerdekaan, cinta dan kasih sayang.

Ukurlah ketokohan seseorang dengan kriteeia kebenaran dan jangan sekali-kali kamu mengukur kebenaran dengan ketokohan seseorang.

Politik adiluhur tidak ada hubungannya dengan pilgub, pilkada, pilpres, Yusril, Ahok, FPI, PDIP, Demokrat, PKS, Gerindra dsb. Politik adiluhur is beyond those temporal issues.

Denny Siregar dalam tulisannya yang genit dan jenaka, dalam artikelnya yang terakhir menulis : ” …, saya harus berpihak, karna netral hanyalah bentuk keraguan.. “.
.
Bung Denny, meski nampaknya menggiring keberpihakan pada bung Ahok, namun Eza Azerila melihat diksi bung Denny sebagai bentuk kegemasannya melihat akrobat politik dalam konteks kepilguban khususnya, dan ke-indonesiaan umumnya. Denny tidak sedang menari tapi sedang menabuh musik pembukaan untuk masuk ke dalam permainan musik yang sesungguhnya.

Indonesiaku…

Kamu tidak dapat keluar dari politik. Nafasmu adalah politik. Persoalannya, kamu menabuh musikmu dan membuat pihak lain menari-nari atau kamu berdansa dari alunan musik yg ditabuh pihak lain.

Salam Indonesiaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s