Risalah 48 – Politik Agen

Gandaria, 11 Maret 2016

oleh : eza azerila

 

IMG-20160318-WA0010

KURSUS POLITIK ADILUHUR PANCASILA

Risalah 48/ Politik Agen

Indonesiaku tercinta..

Agen adalah perpanjangan tangan dari suatu proyek, program, atau perusahaan untuk mensosialisasikan, mengiklankan, dan menjual suatu produk.

Baik Tuhan maupun setan, masing-masing mempunyai produk, dan agen sebagai perpanjangan tangan demi menjual program dan produk-produk unggulannya.

Cinta, kasih sayang, kemurahan hati, penyelamatan, kebahagiaan, kebenaran, keadilan, kehormatan, kebijaksanaan adalah produk unggulan Tuhan.

Kebencian, caci maki, kedengkian, amarah, irihati, adu domba, carut-marut, menciptakan permusuhan, perpecahan, merusak, mengkoyak persatuan, mecerai beraikan persaudaraan, menderitakan, memasukkan orang ke neraka adalah produk-produk unggulan setan.

Apapun sukumu, agamamu, golonganmu, kelas sosial ekonomimu, kamu dapat memilih menjadi agen Tuhan maupun agen setan.

Jika kamu penuh cinta kasih dan kemurahan, bersemangat kepedulian, tanggungjawab dan pelayanan, merawat kebersamaan, kedamaian dan menciptakan kebahagiaan, maka wujud dirimu adalah utusan Tuhan sebagai agenNya. Meski kamu tidak tampil dengan simbol-simbol agama, atau pamer-pamer menyebut nama Tuhan. Gerakan aktual ketuhananmu lebih disukai daripada sekedar teriakan-teriakan bising simbol keagamaan yang merusak tatanan hidup.

Jika hidupmu merugikan orang, mencuri uang secara tidak sah, merongrong persatuan, menciptakan ketakutan dan penderitaan, menghasut, mengadu domba, menebar kebencian dan menciptakan permusuhan, memasukkan orang ke dalam nerakamu, maka kamu adalah agen setan, utusan setan, perpanjangan tangan setan, meskipun kamu memakai baju agama, mengenakan atribut kesalihan, dan mengaku-ngaku paling disayang Tuhan. Jika itu pilihan hidupmu, alangkah malangnya kedua orang tua yang melahirkanmu.

Yang mengaku-ngaku polisi adalah polisi gadungan karna polisi yang sesungguhnya tidak butuh pengakuan. Yang mangaku-ngaku pemilik kebenaran adalah penganut agama gadungan, karna penganut kebenaran tidak butuh pengukuhan.

H2O tidak mengaku-ngaku. Dia hanya menjadi nyata dapat diminum, dapat menghilangkan dahaga, dapat membersihkan dan dapat menyegarkan. H2O tidak lagi sibuk mempersoalkan apakah dia disebut air, water, moya, banyu, tubig, tirta, cai dsb. Yang penting aktual dan nyata. Bukan pengakuan.

Buat apa kamu mengaku-ngaku paling beragama dan paling bertuhan jika kelakuan dan tindakanmu hanya memperlihatkan bahwa kamu adalah agen setan.. Dan buat apa kamu sibuk melayani pertengkaran jika kamu adalah agen Tuhan.

Be a messanger of God brother..

Salam Damai Buat Agen Pancasila

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s