Permanent dan Temporal

Warung Kopi Sawangan Permai, 23 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Fokuslah pada Tujuanmu

Permanent dan Temporal

image

We Are Komando..!!

Indonesiaku..

Suatu ketika ada yang bertanya kepadaku, “mengapa Eza Azerila tulisannya tidak mengikuti perkembangan isu aktual soal LGBT, Ahok Non Ahok, atau BlueBird vs GoJek, Grab dll..? “.

Aku katakan padanya bahwa isu itu ada dua, isu permanent dan isu temporal.

Sejak dulu isu ya hanya dua jenis ini. Apa itu isu permanent?
Isu permanen itu isu sepanjang zaman. Isu yang selalu aktual dan tidak pernah basi, yaitu isu ketuhanan, isu kebenaran, isu kemanusiaan, isu keadilan, isu persatuan dan isu cinta.

Di luar isu permanen ini disebut isu temporal. Isu yg ada masa aktual dan ada masa basinya. Isu ini cepat datang dan cepat pula perginya. Isu ini kadang berupa rekayasa oleh kepentingan tertentu. Untuk pengalihan isu dsb. Banyak orang terjebak dalam isu ini. Isu-isu temporal ini banyak yang sifatnya permainan.

Dalam isu permanen kita tidak berspekulasi, karena kita selalu berada on the real track. Keberpihakan isu permanen terletak pada nilai bukan pada sosok, berpihak pada kebenaran vs kepalsuan, pada cinta vs kepentingan, pada keadilan vs. Kezaliman, pada kenyataan vs ilusi.

Masuk ke dalam isu temporal masuk ke dunia spekulasi, dunia judi, dunia remang-remang, dunia pertaruhan, dunia pihak-memihak kepada sosok atau partai atau pendapat yg sama-sama berspekulasi. Cepat basi. Mungkin saja sosok tertentu yang kita bela sekarang ini masih ideal tapi setelah mati-matian didukung dan diperjuangkan tiba-tiba idealisme hanyalah modus, modal dusta, yg membuat kita kecewa, kecele, terlanjur investasi waktu, tenaga, energi, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Akhirnya kita nelangsa dan gigit jari.

Tugasmu membangun bangunanmu sendiri, bangunan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kedamaian, kesejahteraan, keindahan, cinta dan kasih sayang. Bangunan suci, luhur, abadi. Tidak mengenal masa expired, hm…

Dalam isu permanen seseorang menabuh musik keabadian. Dia tidak pernah menoleh, apalagi menari dari kebisingan musik isu-isu temporal. Dengan kemerdekaan penuh, dia memainkan musiknya sendiri, the divine music. Lambat tapi pasti ia akan diikuti oleh para pecinta tarian abadi, satu, dua, tiga, empat dst.

Dalam isu temporal sebenarnya, kita tengah menari dari satu irama musik yg diciptakan oleh tangan-tangan misterius. Dan seperti topeng monyet, pukulan musik itu menyihir membuat kita berlari, berjoged, duduk, berjingkrak, naik motor-motoran dst. Setiap detik musik berubah, dan setiap detik pula gerakan tarian kita berubah mengikuti musik. Hemmmm…

image

Musik Pancasila

Aku selalu berkata aku terus akan memainkan musikku sendiri. The divine music. The music of Truth. The music of Pancasila.

Adapun isu-isu temporal sudah ada yang mengurusnya. Dan lebih penting dari itu yang pantas melibatkan diri pada isu-isu temporal adalah para ahlinya. Aku bukan ahlinya.

Ahli pun ada dua, ahli provokasi dan ahli inspirasi, kata bung Denny Siregar, hmm..

Selamat Datang Isu Keabadian
Selamat Tinggal Isu Kepalsuan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s