Risalah 58 – Politik Beruang

Gandaria, 16 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Karaktetistik Manusia

KURSUS POLITIK ADILUHUR

Risalah 58/ Politik Beruang

Indonesiaku..

Seekor anak beruang ditemukan sendiri di hutan. Diambil, dipelihara dan dibesarkan oleh pemuda yang menemukannya.

Kini beruang itu sudah besar. Sangat berterimakasih dan berhutang budi kepada pemuda yang telah merawat dan membesarkannya. Kini dia tanpa disuruh telah menjadikan dirinya bodyguard, penjaga, security service bagi pemuda tersebut. Dia ambil posisi mengamankan dan menyamankan tuan mudanya dalam keadaan apapun. Tak satupun yang boleh mengganggu tuan muda. Langkahi mayatku dulu. Begitulahhh..

Suatu saat mereka bermain di kebun berdua. Tuan muda diterpa angin sepoi-sepoi yang membuatnya mengantuk. Tak dapat menahan serangan kantuk dia rupanya.

Sang bodyguard menjaga kenyaman tidur tuan muda. Dia lihat tuan mudanya terganggu kenyamanannya oleh lalat yang kerap hinggap mendarat di zona wajah si tuan muda. Lalat itu sangat mengganggu dan sangat membuat tidak nyaman.

Di sini beruang berpikir saat tepat untuk melakukan kegiatan balas budinya kepada tuan muda yang telah bersusah payah merawat dan membesarkannya. Dia mulai ambil inisiatif untuk aksi pengamanan dan penyelamatan.

Si Beruang mengambil sebongkah batu besar seukuran kepala tuannya sebagai peluru yang akan dapat membunuh si lalat jahat yang tega mengganggu tuan mudanya.

Batu besar itu diangkatnya dengan kuat sambil menunggu lalat hinggap di bagian muka tuan muda. Ketika lalat hinggap persis di ujung hidung tuannya, tiba-tiba… “PRAAAKKKKKKKK.. “, beruang menjatuhkan batu 5 kiloan itu ke arah hidung tuannya. Sang lalat dengan lincah terbang selamat. Tinggal si tuan muda tergeletak dengan kepala hancur.

Ya, rasa ingin membela bangsa, negara, agama dan Tuhan , pasti ada dalam setiap diri manusia. Kecenderungan manusia itu bersyukur dan berterimakasih.

Persoalannya ternyata tidak berhenti di situ. Tidak cukup hanya ingin dan punya niat baik. Semua cita-cita mesti dilakukan dengan bekal ilmu, pengetahuan, cara, pengalaman, strategi, perencanaan yang matang, tidak tergesa-gesa, tidak reaktif.

BerUANG. Ia hanya punya keinginan membela dengan kekuatannya tapi ia ceroboh, bodoh, lugu, PA, pendek akal.

Banyak yang ingin membela, memakmurkan, memajukan bangsa, negara, agama bahkan Tuhannya, tapi karena dengan cara bodoh mereka tak sadar telah merusak, memecah-belah, mengotori, menghancurkan, dan membunuh apa yang mereka bela.

Indonesiaku..

Kesadaran Politik Adiluhur diperlukan agar kita tidak mencontoh para beruang yang baik. Niat baik tidak cukup. Jangan mudah percaya dengan janji para beruang.

Salam Pendidikan Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s