Risalah 67 – Politik Agama

Gandaria, 16 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Ketuhanan Vs Kesetanan

KURSUS POLITIK ADILUHUR

Risalah 67 / Politik Agama

Indonesiaku..

Agama ada yang original ada pula yang palsu. Agama yang original berorientasi pada ketuhanan dan kemanusiaan. Agama palsu berbicara ketuhanan namun menyampaikan pesan-pesan setan dan kesetanan.

Setiap gerakan pemalsuan pasti mereka menggunakan merk, symbol,-bahasa, ungkapan, dan ritual yang sama. Barang original dan barang palsu dikenali perbedaannya pada tujuan apa barang itu dipalsukan.

Dasar kebangsaan dan kenegaraan kita adalah ketuhanan YME. Nilai-nilai ketuhanan adalah satu-satunya sebagai alat ukur untuk menilai apakah suatu pemeluk agama bertuhan atau tidak bertuhan. Mungkinkah pemeluk beragama tidak bertuhan?
Mungkin saja, jika ia memakai baju agama namun tujuannya adalah merusak.

Bangsa Indonesia adalah bangsa berketuhanan YME. Mereka boleh memilih agama apa pun demi menegakkan nilai-nilai luhur ketuhanan : nilai cinta, kasih sayang, kemurahan, kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, keluhuran, kedamaian dan persatuan.

Bangsa ini menolak agama atau pemeluk agama yang tidak bertuhan, yang dengan agamanya justru menghancurkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Mereka menggunakan agama demi merealisasikan misi-misi setan : membangun kebencian, permusuhan, perpecahan, adu domba, keangkuhan, mau menang sendiri, hanya kelompoknya saja yang paling benar dan paling layak hidup, menganggap di luar kelompoknya tidak layak hidup di dunia, dianggap sesat dan masuk neraka.

Indonesiaku..

Seluruh anak bangsa dari Merauke hingga Sabang, dengan kesadaran penuh, menjaga, memelihara, melindungi bangsa ini tetap berketuhanan. Mereka se-Nusantara secara bersama-sama menolak pemeluk agama yang merusak persatuan, menghancurkan kebhinnekaan, memporak-porandakan sendi-sendi kebangsaan.

Kita adalah bangsa bertuhan. Hanya menerima agama apapun yang membawa nilai-nilai ketuhanan. Dan menolak agama apapun yang menyampaikan pesan-pesan kesetanan.

Salam Ketuhanan dan Kemanusiaan
Selamat Tinggal Budaya Kesetanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s