Risalah 69 – Politik Kepemimpinan

Gandaria, 16 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Spiritualitas

KURSUS POLITIK ADILUHUR

Risalah 69 / Politik Kepemimpinan

Indonesiaku..

Tuhan telah memberimu kebebasan dan kemerdekaan memilih tindakan dan sikap. Tak ada yang dapat leluasa memilihkan nasibmu kecuali dirimu.

Suatu ketika datang anak muda kepada seseorang yang sangat berwibawa dan kharismatik serta dianggap sakti sehingga ia menjadi rujukan masyarakat dalam segala persoalan hidup. Dia sangat dekat dengan Tuhan. Doanya selalu dikabulkan.

Anak muda : Aku ingin menjadi orang baik, tuan Guru…

Orang Tua : Bagus sekali cita citamu..

A M : Aku mohon kerelaan Tuhan dan kerelaanmu untuk keinginanku itu, Guru..

OT : (berdiam sejenak, lalu menepuk pundak anak muda, ia berkata) , hmmm…, sudah, sudah anak muda. Tuhan sudah rela kamu ingin menjadi baik. Dan akupun sudah rela.

Tinggal meunggu seorang lagi, maka terlaksanalah keinginanmu itu…

AM : Guru. Bukankah Tuhan dan engkau sudah rela? Lalu, siapakah yang masih aku tunggu kerelaannya, sehingga keinginanku terlaksana?

OT : Yang satu ini sangat menentukan anak muda. Tanpa dia tak satupun keinginan dan cita cita dapat terlaksana, ia adalah dirimu sendiri…

image

The Real Leader is...

Indonesiaku..

Apapun keinginan, apa pun cita-citamu, harus dapat dukungan dari dirimu sendiri. Tanpa dukungan dirimu semua kebaikan, segala keinginan, setiap cita-cita tak akan pernah terjadi.

Kamulah yang menciptakan nasibmu. Nasibmu tergantung pada karakter yang kamu bangun. Karaktermu tergantung pada kebiasaanmu yang berulang-ulang kamu lakukan (eksistensial realistis). Kebiasaanmu tercipta dari pola pikirmu. Pola pikirmu terlahir dari pandangan duniamu. Pandangan duniamu tercipta dari semangat dan spiritualitasmu.

Tindakan politikmu hari ini tercipta dari kebiasaan yang telah lama kamu ulang-ulang dan tertanam di alam bawah sadarmu.

Untuk menjadi berguna dan bermanfaat, kamu mesti mengulang-ulang perbuatan dan tindakan baikmu, sedemikian rupa sehingga kamu melakukannya tanpa berpikir lagi. Sehingga kamu hanya bisa berbuat baik dan kamu tak mampu berlaku jahat karena program kejahatan tidak tersimpan dalam memorimu, karena pikiran jahat tidak terekam dalam chip mentalmu.

Mereka yang tiba-tiba saja mengobral janji akan berbuat baik ini dan itu, demi rakyat begini dan begono, padahal selama ini kebiasaannya buruk, merugikan, tega, dan reputasi buruknya sudah terekam dalam memori mental dan alam bawah sadarnya, maka mereka hanya menjalankan sesuatu yang ada dalam rekaman jiwanya itu. Apa yang baru dia janjikan tidak akan mampu menghapus rekaman yang sudah termuat di kedalaman jiwa, di relung mentalnya.

Indonesiaku..

Memang ini zaman instan, bikin mie instan, kopi instan, dsb. Tapi di dunia kepemimpinan tidak berlaku sesuatu yang instan dan siap saji. Seorang pemimpin lahir dari pergolakan, dari romantika dan dinamika kehidupan. Bicara pemimpin adalah bicara jam terbang, bukan bicara siap saji.

Salam Kemandirian..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s