Risalah 73 – Politik Demokrasi..??

Gandaria, 17 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Pancasila sebagai Pilar Utama Pergerakkan (Asas Dasar).

KOMANDO
Komunitas Manusia Indonesia
Program Kursus Politik Adiluhur

Suara Kommando 73/ Politik Demokrasi

Kommando Tercinta..

Dasar negaramu adalah Pancasila. Pusat perhatian Pancasila adalah ketuhanan dan kemanusiaan. Dalam negara Pancasila, sebagai tolok ukurnya adalah suara ketuhanan yang equivalen (berkesesuaian) dengan kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, kehormatan, kemurahan, cinta dan kasih sayang.

Suara ketuhanan adalah suara yang paling berkualitas untuk mengawal proses berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, negara bertanggungjawab untuk mencerdaskan bangsa sehingga setiap warga bangsa berkesadaran politik berketuhanan.

Dalam logika Pancasila suara Tuhan (kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, kehormatan, kejujuran, cinta dan kasih sayang) adalah suara rakyat. Rumusan ini hilang ketika bangsa ini terhipnotis ramai-ramai menggaungkan sistem Demokrasi yang merusak ideologi Pancasila. Demokrasi menjungkir-balikkan dari suara Tuhan adalah suara rakyat menjadi suara rakyat suara Tuhan.

Bermunculan partai, politik uang, politik dagang sapi, politik transaksional, dsb hanyalah akibat dari upaya perebutan dukungan dan suara. Mendulang suara sebanyak banyaknya adalah akibat dari sistem demokrasi.

Dalam sistem demokrasi, yang penting adalah jumlah suara, tidak penting Tuhan, kebenaran, keadilan, kehormatan, kejujuran, kebijaksanaan, cinta dan kasih sayang.

Demokrasi adalah anak haram yang dipelihara di rumah ibu pertiwi secara tidak sah, namun telah terjadi kesepakatan diam-diam membodohi 250 juta bangsa Pancasila.

Indonesiaku..

Dalam permainan catur, saat raja di tempatkan pada posisi pion, dan pion pada posisi raja, maka sedari mulanya, permainan sudah rusak.

Awalnya Pancasila dengan sistem musyawarah. Lalu musyawarah diganti, Demokrasi Pancasila digemakan. Dan kini yang ada hanya Demokrasi tanpa Pancasila. Permainan yang cantik mensihir para 250 juta anak bangsa yang di dalamnya ada tokoh-tokoh dan akademisi.

Tapi, di sinilah medan juang yang sesungguhnya, untuk mengembalikan permainan dengan susunan yang sebenarnya.

Mainkan!!

Salam Pancasila

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s