Risalah 74 – Pernyataan Sikap Politik Pancasila

Gandaria 17 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Persatuan Indonesia

KOMANDO
Komunitas Manusia Indonesia

Pernyataan sikap 74 / Politik Pancasila

Kommando..

Setiap ideologi memiliki bahasa, budaya, dan patronnya sendiri. Sebagai ideologi, Pancasila melahirkan sistem musyawarah yang bertolakan 180 derajat dengan sistem demokrasi.
Sistem musyawrah secara nilai dikawal dengan pola top dawn – buttom up, sistem demokrasi buttom up saja. Sistem musyawarah beroperasi dengan jiwa kemerdekaan dan bertanggungjawab sementara sistem demokrasi beroperasi dengan mental kebebasan.

Musyawarah vs Demokrasi

Kegiatan musyawarah hanyalah dapat dilakukan oleh jiwa-jiwa manusia cinta persatuan. Persatuan menjadi pusat perhatian. Perbedaan pendapat adalah kekayaan untuk menuju persatuan. Dimulai, diproses dan diakhiri dengan persatuan.

Jiwa persatuan hanya terlahir dari manusia-manusia yang adil dan beradab. Adanya cerai-berai, pertikaian, perpecahan, dapat dipastikan telah hilang wujud manusia yang adil dan beradab.

Wujud manusia yang adil dan beradab hanya terlahir dari kesadaran ketuhanan YME. Hilangnya kesadaran ketuhanan berarti pula hilangnya wujud kemanusiaan.

Kesadaran ketuhanan, melahirkan kemanusiaan. Kemanusiaan melahirkan jiwa persatuan. Jiwa persatuan melahirkan sistem musyawarah.

Hilangnya musyawarah, tergantikan oleh demokrasi, yang mana sistem demokrasi berjaya jika tidak ada kesadaran ketuhanan, kemanusiaan, dan jiwa persatuan. Bicara persatuan dalam semangat demokrasi ibarat mendirikan benang basah.

image

Ketuhanan dan Kemanusiaan

Kemerdekaan vs Kebebasan

Merdeka artinya tak terdominasi baik oleh pihak lain maupun oleh ambisi hewan dalam diri sendiri. Manusia merdeka hanya berpihak pada Tuhan, kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, kehormatan.

Kebebasan memang tidak didominasi oleh pihak lain tapi kebebasan di dominasi oleh ambisi libido hewan di dalam diri.

Pancasila berorientasi musyawarah demi persatuan di jiwai kemerdekaan berpikir, bersikap, berucap dan bertindak. Demokrasi dibangun demi kekuasaan dengan jiwa bebas bersikap, berucap dan bertindak. Jiwa merdeka adalah jiwa ketuhanan dan kemanusiaan, jiwa bebas jiwa yang terpenjara dan terikat dalam belenggu libido hewan.

Bangsa ini semestinya menjadi bangsa merdeka bukan bangsa yang bebas semau-mau dan sesuka-suka tanpa peduli nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Salam Kemerdekaan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s