Risalah 76 – Kamu adalah…?

Gandaria, 22 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Spiritualitas Mewujudkan Ketuhanan pada Diri

KOMUNITAS MANUSIA INDONESIA
Komando

Program Cinta Tanah Air Indonesia

Suara Komunitas 76/ Kamu adalah…?

Komunitas terkasih..

Kamu adalah manusia. Manusia disebut manusia lebih karna spiritualitasnya, rasionalitasnya, emosionalitasnya, dan aktualitasnya. Bukan sekadar bentuk fisikal body nya.

Spiritualitasmu menciptakan pesona cinta, kemurahan, kebijaksanaan, kelembutan, keindahan, keluhuran, dan kasih sayang.

Rasionalitasmu melahirkan pesona tanggungjawab intelektual dalam berucap, berkata-kata, membuat pernyataan, menulis, bertanya dan menjawab pertanyaan dan persoalan.

Emosionalitasmu bukanlah emosionalisme yang mereaksi fenomena sosial, politik, ekonomi, dan persoalan kebangsaan. Emosionalitasmu terbimbing oleh spiritualtas dan rasionalitas sehingga kamu lebih responsif tidak reaktif, lebih produktif tidak sia-sia, lebih positif tidak negatif, lebih memahami ketimbang menuntut dipahami, lebih progresif daripada regresif, lebih konstruktif daripada destruktif, dan lebih realistis daripada ilut

image

Aktualitas Diri

if.

Aktualitasmu nyata, konkret, konklusif, menyelesaikan persoalan, tidak pilah-pilih dalam melayani, membuktikan kepedulian pada manusia dan kemanusiaan.

Kamu adalah manusia yang memberi manfaat kepada lingkungan dan sesama, sebisa yg kamu lakukan sesuai kecakapan, sesuai keahlian, sesuai skill, sesuai kemampuanmu dalam semangat spiritualitasmu itu, rasionalitasmu itu, emosionalitasmu itu, dan aktualitasmu itu.
Simbol-simbol ketuhanan, kemanusiaan, keagamaan, kepancasilaan, dan persatuan yang kamu deklarasikan tidak akan cemerlang dan tidak menarik jika kamu tidak mengukir kemanusiaanmu.

Semakin cemerlang spiritualitasmu semakinlah kamu berketuhanan, semakin kamu berketuhanan semakin pula kamu berkemanusiaan, semakin berkemanusiaan semakin cinta persatuan, semakin cinta persatuan semakin mewujud keadilan dan kesejahteraan. Saat itu kamu tak peduli lagi dengan sebutan-sebutan paling bertuhan, paling beragama, paling manusia pancasilais. Buat apa nama dan sebutan yang tidak menunjuk pada realitas yang dinamai?

Biarkan para pemerhatimu yang memberi nama yang pas buatmu. Bukan kamu yang memberi nama bahwa kamu adalah manusia merk ini atau bermerk begitu.

image

Tangalkan Egoisme

Buka bajumu, dan telanjanglah sehingga kamu dapat bergaul dengan siapa saja dengan rasa dan semangat yang egalitarian.

Selamat Tinggal Sikap Feodalisme !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s