Peradaban Khatulistiwa

Gandaria, 23 Maret 16
Oleh: Eza Azerila

image

Peradaban Khatulistiwa

Peradaban Katulistiwa
Peradaban Masa Depan

Indonesiaku..

Peradaban yang kuat pengaruhnya di dunia itu dua, peradaban Barat yang cenderung materialistik, profan, sekuler dan peradaban Timur yang cenderung spiritulistik, sakral dan relijius.

Peredaran matahari pun memberi gambaran jelas tentang Barat tempat tenggelamnya matahari dan Timur tempat terbitnya matahari. Matahari simbol cahaya spiritual.

Namun di antara dua peradaban tersebut terdapat peradaban khatulistiwa. Garis bujur yang membentang, tidak Barat bukan pula Timur. Peradaban ini adalah peradaban Nusantara. Peradaban ini menghimpun dan menyerap dua ideologi sekaligus. Ideologi Barat dan Timur. Non Block. Wujud ideologi ini mengkristal dalam format Pancasila.

Pancasila mewakili keduanya, peradaban Timur dengan isu ketuhanannya dan peradaban Barat dengan isu kemanusiaannya. Ketuhanan tanpa kemanusiaan membuat manusia bermain di langit dengan isu-isu spiritualitas, bercengkrama dengan Tuhan transenden. Kemanusiaan tanpa ketuhanan membuat manusia terbuai dengan isu-isu material, kapital, profan, dan jangka pendek. Timur kaya dengan materi pengetahuan langitan namun miskin metologi terapan. Barat kaya dengan metologi saintific teknologik namun miskin pengetahuan langitan. Timur melangit, Barat membumi.

Sementara peradaban Katulistiwa turun naik dan naik turun dari dan ke bumi dan langit. Ketuhanan dan kemanusiaan. Langit dan bumi. Tidak Timur, tidak Barat, namun menghimpun keduanya. Bukan peradaban Timur atau peradaban Barat, tapi peradaban manusia Pancasila yang padanya terdapat nilai spiritual (karsa), metafisikal (daya), rasional ( cipta), emosional (rasa), dan aktual (karya).

Itu teorinya. Itu rumusannya. Itu konsepsinya. Paling tidak bangsa ini punya rumusannya. Namun, apakah bangsa ini punya kepercayaan diri, apakah bangsa ini pede atau tidak?
Secara historis bangsa ini pernah membangun kekuasaan terbesar dan terluas sepanjang sejarah. Menguasai 3/4 bulatan bumi. The Sundaness Kingdom.

image

Fokus pada Kebangkitan Khatulistiwa

Namun, seperti kata Tola Ma secara psikologis mampukah bangsa ini menemukan mata-rantai genetika kejayaannya yang mungkin akan membuatnya kembali mewarnai kebudayaan dan peradaban umat manusia.

Ketika kepercayaan diri itu hilang maka bangsa ini menjadi bangsa paling bingung, ditarik ke Timur dan ke Barat. Kehilangan jati diri membuat bangsa ini terjangkit penyakit inferiority complex, penyakit rendah diri.

Ya, penyakit itu obatnya hanya satu kembali kepada nilai-nilai luhur Pancasila. Barat atau Timur bagi bangsa ini lebih merupakan problem, lebih bersifat racun dari obat. Obatnya di depan matamu tapi kebodohan membuatmu mau maunya meminum racun yang disediakan oleh Barat. Bahkan sebenarnya, Barat dan Timur sedang sakit dan menunggu obat mujarrab darimu. Obat itu bernama Pancasila.

DARIPADA menoleh ke Timur atau ke Barat lebih baik berdiri tegak di peradaban masa depan, peradaban Katulistiwa, peradaban Nusantara, peradaban Pancasila.

Selamat Datang Kepercayaan Diri
Selamat Tinggal Inferiority Complext

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s