Risalah 81 – Ideologi

Gandaria, 22 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Jiwa-jiwa Pancasila mewarnai Indonesia

KOMUNITAS MANUSIA INDONESIA
K o m a n d o

Program Cinta Tanah Air Indonesia
Suara Komunitas 81 / Ideologi

Komunitas tercinta..

Ideologi disebut ideologi karena memuat gagasan-gagasan yang logis, dapat dipertanggungjawabkan di hadapan mahkamah akal, intelektual, dan rasional.

Pancasila adalah ideologiku. Sebagai ideologi ketuhanan, kemanusiaan, keadilan Pancasila sangatlah logis diterima akal sehat. Akal tidak sehat tentu tidak akan menerimanya.

Ideologi yang logis dapat menghapus gagasan-gagasan tak bermakna dari alam pikiran. Gagasan ketuhanan menghapus gagasan tak berketuhanan. Gagasan kemanusiaan menghapus gagasan anti kemanusiaan. Gagasan keadilan menghapus gagasan kezaliman.

Ah itu kan konsep. Itu kan gagasan. Itu kan teori. Itu kan kata-kata. Yang penting itu yang real, yang nyata, Pancasila yang hidup dan berjalan.

Ya, memang itu konsep. Gedung pencakar langit dibangun bermula dari gagasan. Bahkan kehadiranmu di dunia ini berawal dari gagasan kedua orangtuamu hem.

Kesempurnaan sesuatu ketika dikonsepsi dan direalisasikan, ketika ada sisi lahir dan sisi batin, ketika ada aspek eksoteris dan esoteris, ketika ada awal dan ada akhir. Menyepelekan konsep karena bangga dengan aktualisasi sama tak bijaksananya dengan menyepelekan aktualisasi karena bangga dengan konsepsi. Selalu saja ada jebakan dalam gagasan yang dianut secara tidak sempurna.

Memang benar yang kamu butuhkan daging kelapanya tapi kamu mesti rela membeli kelapa dengan membawa pulang kulit dan serabutnya. Meski kamu hanya butuh buah tetapi kamu jangan lupa dengan pohonnya.

Menerima keseluruhan tetap merupakan sikap lebih bijak. Kadang semangat yang berlebihan membuat kita kehilangan kebijaksanaan. Karna aku paling tahu maka apapun yang bukan berasal dariku bukan produk cerdas. Kamu membutuhkanku aku tidak butuh darimu.

Pancasila meski dalam tataran teori menginginkan kebijaksanaan dalam menyikapi segala persoalan hidup.

Jiwa-jiwa Pancasila tetap menghargai perbedaan agama, suku, ras, kelompok, keyakinan, golongan, organisasi, partai dsb. Siapapun tetap berharga dan bermakna meski tidak satu atap dengan kita.

Siapapun kamu aku mencintai kehadiranmu karena ideologiku Pancasila Sakti. Ideologi ini membuatku ingin seperti bunga matahari : tetap menghibur pada siapapun hmm..

Selamat Datang Kebijaksanaan
Selamat Tinggal Gagasan Tak Bermakna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s