Apa Hidup itu…?

Oleh: Eza Azerila

image

Hidup adalah Proses Gerak, menggerakkan seluruh Potensi yang ada dalam dirimu.

Apa hidup itu..

Indonesiaku..

Dalam satu momen, ada yang bertanya padaku, ” Bung Eza Azerila, menurut bung hidup itu apa sih sebenarnya? “.

Pertanyaan yang simpel namun jarang dipertanyakan. Aku sempat glagapan. Gak nyangka ada pertanyaan sesederhana itu. Tapi biasa, The Guru membisikkan jawaban yang simpel juga.

Hidup itu sangat sederhana. Hidup itu memberi. Titik. Kataku.

Maksudnya..?

Iya, yang tidak punya rokok, mana mungkin dia bisa memberi rokok? Yang memberi rokok itu tandanya dia punya rokok. Kamu hanya memberi sesuatu yang kamu punya. Gitu aja..

Yang memberi cinta, kebahagiaan, kasih sayang, ilmu, pengertian, hikmah, solusi, itu hanya menunjukkan dirinya punya cinta, kebahagiaan, kasih sayang, ilmu, pengertian, dan solusi.

Yang memberi kebencian, penderitaan, kesulitan, problem, itu hanya menunjukkan hanya itulah kekayaan hidupnya.

Gak usah lah muluk-muluk mengklaim sebagai manusia paling beragama. Lihat dan perhatikan saja hidup kita apa sih yang kita berikan. Ya, itulah hidupmu…, hemm

Sesederhana itu bung?
Iya, mang mo ngapain lagi…??

Biasa biasa aja..

Indonesiaku..

Temanku masih mendesak rupanya, minta jawaban lain, apa hidup itu? Tapi gak apa-apa. Orang bertanya berarti orang cerdas.

Tuhan, ajarkan kami tentang apa hidup itu. Eh, muncul lagi, jawaban.

Ya, hidup itu sebenarnya permintaan.., kataku.
Lho, katanya tadi memberi, kok sekarang meminta? Ini kan kebalikannya bung Eza??

Iya. Yang penting maknanya, bukan kata-katanya. Kataku.

Trus…

Ya hidup itu permintaanmu. Jika kamu tidak belajar berarti kamu minta jadi orang bodoh. Jika kamu belajar berarti kamu minta jadi orang berilmu. Dan kamu dapat lanjutkan sendiri jika dan maka itu. Itu kausalitas. Hukum sebab akibat. Hukum permintaan.

Kamu hari ini adalah permintaanmu yang kemarin kemarin itu. Dan kamu yang nanti nanti ya permintaanmu yang sekarang. Permintaan artinya ukiran kebiasaan yang menciptakan nasibmu. Nasib hidupmu kamulah yang ciptakan dan tak satupun yang dapat disalahkan. Apalagi Tuhan.

Tuhan sudah memberimu serba fasilitas akal, rasa, insting, naluri, kemampuan, tenaga, dan kamu tinggal mengukirnya saja.

Permintaan dalam bentuk doamu berfungsi agar kamu tidak menjadi sombong saat kamu berhasil dalam upaya dan usahamu. Dan agar kamu tidak kecewa dan putus asa saat kamu belum dapat menyempurnakan syarat-syarat untuk terjadinya peristiwa apa yang kamu sebut sebagai sukses dan berhasil.

Apa dan siapa kamu hari ini adalah jawaban paling nyata atas segala permintaanmu.

Oooooo, i get it!!

Keep calm brother you still have many times to make how you really are…, hmmm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s