Hedonisme

Gandaria, 24 Maret 2016
Oleh: Eza Azerila

image

Lewat Gaya Hidup, Popularitas dan berbagai sajian media, memicu lahirnya Hedonistik secara doktrinal tidak langsung (Brain Wash Main Stream).

Hedon

Indonesiaku..

Di abad ini telah lahir spesies ilmu baru. Perkembangan ilmu ini sangat pesat. Jutaan dollar diinvestasikan untuk riset dan penelitian. Ilmu ini berdaya ungkit luar biasa bagi proses penjajahan oleh satu bangsa terhadap bangsa lain. Disiplin ilmu ini diberi nama neurology.

Penelitian paling spektakuler adalah mapping otak. Pemetaan kecerdasan. Tiga kecerdasan yang merupakan evolusi manusia telah berhasil dipetakan : otak reptil, otak mamalia, dan otak neokorteks.

Sebagai ilmu pengetahuan ini tentu sangat kontributif. Dan netral sifatnya. Tapi pisau yang tajam itu bermanfaat untuk kegiatan ahli bedah dan sangat berbahaya jika ada di tangan pembunuh berdarah dingin.

Para kapitalis sangat diuntungkan dengan penelitian ini. Dari pemetaan ini mereka tinggal membuat program penjajahan yang lebih pulen. Lebih halus. Lebih laten.

Program hedonisasi jauh lebih efektif setelah pemetaan otak ini.

Agar satu bangsa tidak lagi peduli terhadap nilai-nilai luhur ideologi, politik, budaya, moralitas, dan pendidikan, mereka membuat klasifikasi apa konsumsi bagi otak reptil, bagi otak mamalia dan bagi otak neokorteks.

Puncak dari proses ini adalah epidemi penyakit jiwa hedonistik.

image

Hedonis menjalar cepat pada Masyarakat, melalui rangsangan-rangsangan Konsumsi Otak berdasarkan Pemetaan terhadap Potensi-potensi otak yang di miliki manusia.

Agar tercipta generasi reptil mereka sediakan game-game online, perang-perang sadis, pembelaan identitas palsu. Tawuran antar pelajar, antar pendukung team kesebelasan, demo anarkis, hanyalah efek dari program otak reptil yang demi sifat possesifnya bersikap protekrif, dan reaktif. Kepemilikan, pengamanan apa yang telah dianggap sebagai miliknya, penyerangan terhadap yang mengganggunya, dan mengalami hidup senyaman-nyamannya adalah watak dasar otak reptil.

Jika otak ini diberi ruang, difasilitasi, disenangkan, maka manusia akan tidak mau beranjak ke dunia kecerdasan yang labih tinggi. Pada saat ini terjadi maka bangsa yang menjadi korban reptilisasi tidak akan pernah lagi peduli pada manusia dan kemanusiaan, bangsa dan kebangsaan, perjuangan dan pengorbanan.

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s