Kelas-kelas Orang Beragama

Kelas-kelas Orang Beragama

image

Basic, Intermediate, Advance.

“Eza Azerila, agamamu apa sih? , tanya seseorg, ” kok, tulisan tulisannya gak pakai dalil-dalil dari kitab suci agama?”

Agama itu urusan pribadi masing-masing’ Kataku. Apapun agamamu yang penting kamu bertuhan dan memuji-Nya sedemikian rupa sehingga kamu jadi pujian itu sendiri.

Maksudnya..!!?

Ya, jangan berhenti memuji. Gitu aja.

Maksudnya..!!?

Ya, berhenti memuji berarti gagal bertuhan. Gagal bertuhan ya berarti gagal beragama.

Maksudnya..!!?

Ya, kamu memuji terus sampaiiii kamu jadi pujian..

Maksudnya..!!?

Begini…
Memuji itu ada tiga tingkatan. Lisan. Tindakan. Kenyataan.

Trusss..

Ketika kamu mengatakan pada Tuhanmu, ” Wahai Cinta, Duhai Yang Maha Kasih Sayang…, dst..
Itu kamu memuji-Nya secara lisan. Saat itu kamu sedang beragama di grade satu. Kelas basic. Kamu belum kuat. Meski kamu benar itu.

Manakala ketika lisanmu mengucapkan kasih sayang sementara kamu mengembangkan hidup penuh kebencian dan permusuhan, maka kamu disebut berhenti di pujian lisan. Kamu nggak naik kelas duanya. Kelas Intermediate.

Namun, ketika pujian lisanmu, kamu barengi dengan tindakan kasih sayang, mencintai,, mengasihi, bermurah hati, menolong, melayani dst, maka saat itu kamu sudah masuk grade dua. Kelas Intermediate. Kamu semakin menguat. Itu namanya pujian tindakan, pujian aktual. Lebih nyata daripada pujian lisan, daripada pujian verbal.

Truss…!?

Nah, kamu jangan berhenti di tindakan. Masih bisa luntur. Karna masih mood-mood-an. Kalo lagi mood bertindak, kalo lagi gak mood malas bertindak.

Caranya..!?

Caranya kamu terus mengulang ulang tindakan kasih sayangmu, terus-menerus, nggak pakai bosen nggak pakai malas, nggak pakai jedah, sehingga tindakanmu menjadi ukiran, menjadi karakter, menjadi satu dg dirimu, menjadi eksistensial. Saat itulah pujianmu menjadi nyata. Mengapa?
Karena kamu telah bermetamorpsa menjadi pujian itu sendiri. Kamu telah menjadi kasih sayang itu sendiri. Kamulah cinta itu sendiri.

Merindukanmu, merindukan cinta. Merindukan cinta, merindukanmu. Kamu adalah cinta, dan cinta adalah dirimu.

Keep love until you become the love it self. Until you are absolutely what they call love is…

Itu cara beragama, memuji Tuhan berujung sampai menjadi pujian, dimulai latihan lisan (verbal), tindakan (aktual), dan berujung di pujian paling kuat dan nyata (eksistensial) .

Semua agama menuntun ke proses ini. Jadi kalo ada yang beragama merusak berarti dia di kelas berapa..??

Ini perlu diketahui orang-orang beragama agar tidak mudah terprovokasi.

Ooo, pantaaassss..??!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s