Trilogi (Hedonizm, Capitalizm, Feodalizm)

Oleh: Eza Azerila

image

Mengendalikan Otak Manusia lewat apa yang di Konsumsi oleh otaknya.

Hedonism, Capitalism, Feodalism

Indonesiaku..

Ada satu penyakit yang jika suatu bangsa terjangkiti penyakit tersebut maka bangsa itu mati suri, mati nggak, hidup bukan. Dunia menyebutnya penyakit hedon. Penderitanya disebut hedonis. Nama virusnya hedonisme.
Virus hedonisme ini menyerang urat malu. Mereka yang terkena virus ini niscaya kehilangan rasa malu. Di sisi lain, Virus ini juga menghidupkan saraf cuek. Penderitanya menjadi manusia super cuek, ga peduli, masa-bodo, suka-suka, semau-mau.
Penderita hedonism sangat cepat mengepidemik. Daya tularnya luar biasa cepat. Ciri penderitanya adalah hidupnya hanya cerita senang, baik ketika sadar, tidur, bahkan dalam mimpi-mimpinya. Tidak cerita kepedulian dan tanggungjawab, perjuangan apalagi pengorbanan.

Siapakah yang menyebarkan virus hedonism?

image

Konsumerisasi media, menjadi saluran penyebaran doktrin Hedonistik yang sangat ampuh.

Siapa lagi kalau bukan para kapitalis. Para kapitalis adalah soko-guru hedonis. Dengan modal asset tak terbatas para kapitalis dunia berkewajiban menularkan virus-virusnya. Mereka hanya berpikir bagaimana suatu bangsa menjadi hedon. Bangsa yang hedon adalah pasar setia segala produk kapitalis berupa ide, pemikiran, lifestyle, gaya hidup hura-hura, cuek, senang-senang, tak peduli pada cerita dan realita persoalan nilai, tanggunggungjawab, perjuangan dan pengorbanan demi manusia dan kemanusiaan, bangsa dan kebangsaan. Hmm

Siapakah para feodalis dan dimana posisi mereka?
Para feodalis adalah kaum elite berasal dari para akademisi yang sudah dihedonkan. Mereka kaum birokrat, tokoh politik, tokoh agama, ahli hukum, yang orientasi hidupnya enak dan senang-senang. Keahlian, jabatan dan harga diri mereka sudah dijual sangat murah kepada kapitalis. Tugas kaum feodal memuluskan dan meluluskan jalan di tingkat hukum, kebijakan, birokrasi, legalisasi, dan garansi bagi program kaum kapitalis.

Mengapa persoalan aset sumberdaya alam banyak yang lepas menjadi milik asing ya karena kerjasama yang baik antara para kapitalis, feodalis dan bangsa yang hedonis.

Dengan bahasa sederhana sebenarnya kaum hedonis dan feodalis adalah SDM suatu bangsa yang hilang dan tersandera beralih menjadi agen kapitalist. Itu saja.

Kalo istilah Soekarno, perjuanganku lebih mudah daripada perjuangan kalian. Karena musuhku begitu nyata, bangsa asing. Tapi yang kalian hadapi adalah penjajah penjajah dari bangsa sendiri.

Apa dong obatnya?

Pendidikan. Pencerahan. Penyadaran. Itu obatnya. The great weapon to change world is education (Nelson Mandela).

Lagi-lagi pendidikan Pancasila sudah sangat emergency (darurat) dan sudah di level darurat siaga satu.

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan bung Ananda Syahendar yg aku baca barusan. Terimakasih bung Syahen.

Salam Pancasila

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s