Ku ingin sekali, jadi Manusia Indonesia

Oleh: Eza Azerila

image

Kriteria Manusia Indonesia

Kuingin Skali, Jadi Manusia Indonesia

Jika yang disebut orang Indonesia adalah orang yang terlahir di Indonesia, aku asli bin tulen orang Indonesia. Ayah ibu kakek nenekku terlahir tumbuh mendewasa dan dikubur di tanah air Indonesia.

Mungkin kamu juga yaa

Jika yang dimaksud orang Indonesia adalah yang berbahasa Indonesia, aku masih masuk syarat sebagai orang Indonesia.

Kamu juga kan..?

Jika yang dimaksud orang Indonesia, adalah yang tinggal berdomisili dan berKTP Indonesia, aku masih masuk katagori sebagai orang Indonesia.

Tentu, kamu juga kann..

Kalo kriteria orang Indonesia itu adalah mereka yang terlahir di bumi ini, dapat berbahasa Indonesia, dan ber-KTP Indonesia, maka siapapun yang memenuhi kriteria tersebut berhak atas kewargaan sebagai orang Indonesia.

Tapi jika yang menjadi kriteria basisnya adalah butir-butir Pancasila…?
Kayaknya aku mesti ngaca lagi nih. Kecuali jika yang dimaksud Pancasila hanyalah sekedar hapalan. Sejak SD aku sudah hapal.

Di syarat ketuhanan aja aku sydah gagal jadi warga Indonesia. Apalagi kriteria kemanusiaan. Apalagi kriteria persatuan. Apalagi kriteria kebijaksanaan. Tambah lagi kriteria keadilan sosial.

Jangan-jangan kalo kriteria Pancasila yang dipakai sebagai tolok ukur kebangsaan, sesungguhnya bangsa ini sudah bubaran..?

Pernahkah terjadi keadilan sosial?

Pernahkah ada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan?

Pernahkah terjadi persatuan?
Adakah kemanusiaan yang adil dan beradab?

Manakah contoh nyata manusia yang berketuhanan, mengukir dirinya dengan nilai-nilai luhur cinta, kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, keindahan, kemurahan, kehormatan, dan keluhuran?

Aku melihat ternyata untuk menjadi manusia Indonesia itu sangat ketat, sangat kualified, sangat valued, sangat sophisticated, sangat elit, sangat mewah, sangat extraordinary. Ternyata gak gampang jadi orang Indonesia.

Sekiranya kriteria ini menjadi syarat, tidak ada bangsa sehebat bangsa Indonesia. Tidak ada bangsa yang dapat mengungguli bangsa Indonesia. Tidak ada yang berani berbuat macam-macam terhadap bangsa Indonesia. Tidak ada yang berani mempermainkan bangsa Indonesia.

Satu orang Sukarno yang pada dirinya terdapat nilai Pancasila terbukti mengguncang dunia. Menggoyang singgasana PBB. Membuat Amerika terkencing-kencing. Membuat Cina salah tingkah. Membuat Asia Afrika terbelalak.

Inilah yang ditakuti dunia. Mereka takut jika Pancasila menjadi perhatian, menjadi basis pendidikan, menjadi dasar bersosial, menjadi dasar perpolitikan, menjadi nafasnya bangsa Indonesia. Jika satu manusia Pancasila saja sudah mengguncang singgasana para pemimpin negara adidaya, betapa pula jika ada dua, tiga, seratus, seribu, apa lagi sejumlah 250.000.000 manusia berkualitas Pancasila, benar-benar berketuhanan, sungguh-sungguh berkemanusiaan, nyata-nyata cinta persatuan dst.

Kayaknya jika memang kriteria manusia Indonesia adalah terukirnya nilai-nilai Pancasila, aku malu mengaku sebagai warga negara Indonesia, apalagi berani-beraninya mengaku sebagai pemimpin Indonesia. Mencalonkan diri pula. Syarat pertama aja sudah gagal.

Jauuuuuuuuuuuhhhhhhhhh….

Itu kalo kita cerita Indonesia yang ideal. Itu kalo kita cerita tentang manusia yang merdeka. Tapi kan, kalo kriteria itu yang dipakai , persoalannya gak dapat kesempatan lagi untuk menjual kekayaan ibu pertiwi..???

Gak sempat lagi kerjasama dengan para penjajah??

Yah, kalo gitu syaratnya aja yang dibuang atau dikebiri. Atau dibonsai.

Kata Albert Einstein, jika fakta tidak sesuai dengan teori maka ubahlah faktanya.

Teorinya Manusia Indonesia Berkualitas Pancasila. Faktanya, orang Indonesia tidak berorientasi Pancasila. Maka kalo mengikuti logika Einstein yang diubah adalah faktanya. Yaitu, bagaimana agar fakta sesuai dengan teorinya.

Yang lucu mengapa kok yang diubah teorinya yaaaaa untuk mengikuti faktanya yang semakin kaburr..??

Semoga saja masih ada manusia Indonesia, manusia Pancasila..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s