Tuhan dan Setan

Oleh: Eza Azerila

image

Tuhan dan Setan

Indonesiaku..

Selamanya, kamu tidak akan benar-benar Tahu bentuk Tuhan dan setan kecuali dari sifat dan kualitas-kualitas yang diperkenalkan padamu. Dan selamanya pula kamu tidak akan pernah dapat melihat sifat dan kualitas Tuhan dan setan kecuali melalui sosok manusia. Sifat dan kualitas Tuhan maupun setan terpersonifikasi dalam bentuk manusia.

Agama, apapun agama itu, tidak menjamin bahwa dengan beragama kamu otomatis jadi bersifat dan berkualitas Tuhan dan terbebas dari sifat dan kualitas setan.

Agama datang hanya memberitakan bahwa sifat dan kualitas ketuhanan begini dan sifat kesetanan begitu. Selebihnya ya kamu yang memilih apakah mau berketuhanan atau berkesetanan. Tidak satupun agama yang  menggaransi dan menjamin pemeluknya pasti berketuhanan yang karenanya ia pasti masuk surga.

Agama, apapun agama itu, hanya lah kumpulan kisah ciri-ciri ketuhanan dan ciri-ciri kesetanan. Tidak serta-merta kalau kamu beragama tiba-tiba kamu jadi ketuhanan dan imun dari kesetanan.

Untuk mengetahui apakah seseorang sedang kerasukan Tuhan atau kerasukan setan ya dengan melihat ciri-ciri sifat dan kualitas Tuhan yang terukir dalam diri, bukan dengan melihat agamanya apa, mazhabnya apa, alirannya apa, pakaiannya bagaimana, dan bahasanya apa.

Agama memberitakan bahwa sifat dan kualitas setan adalah memancarkan api, karena ia api, api fitnah, api kebencian, api hasud, api permusuhan, api kedengkian, api perpecahan, dengan tujuan membangun kesengsaraan, penderitaan, keputus asaan, kegelisahan, dan semua masuk ke suasana neraka.

Apa maksud agama mengabari ini..?

Ya, agar manusia terhindar dari sifat dan kualitas setan.

Siapakah yang terkontaminasi sifat dan kualitas setan?

Biasanya orang-orang yang orientasi hidupnya penuh nafsu. Orang-orang yang penuh emosi biasanya akalnya duduk tidak bekerja. Emosinya yang aktif beroperasi. Dengan serba emosionalisme itulah dia bawa-bawa Tuhan dan agamanya untuk mendukung emosi kesetanannya. Ciri-cirinya?

Ya, mengembangkan api fitnah, api kebencian, api permusuhan, api konflik. Sebagaimana watak setan dan neraka, apapun yang keluar dari pikiran, ucapan, tulisan, gerakan semua membangun suasana neraka. Setan dan orang-orang kesetanan mengambil tugas membangun suasana dan ruang neraka dan merasa dosa kepada raja setan kalo tidak mampu membawa misi setan, api, dan neraka. Hmm
Semoga bangsa ini semakin cerdas sehingga imun dari gerakan setan yang berbaju keagamaan dan ketuhanan.

Agama juga memberitakan bahwa Tuhan itu Kasih Sayang-Nya tak terbatas, Maha Pemurah, Maha Pemaaf, Memberi kebahagiaan, Memberi solusi, Menghimpun, Membangun, Menginginkan semua makhluknya berada dalam cakupan samudra tak terbatas cinta kasih-Nya dst.

Apa maksudnya agama mengabari sifat dan kualitas Tuhan ini?

Orang-orang berakal dan berhati murni akan berupaya mengukir dirinya dengan sifat dan kualitas luhur Tuhan mengaktualisasikan cinta, kemurahan, kasih sayang, legowo, lapang dada, pemaaf, dan ingin semua orang berada dalam cakupan cinta dan kasih sayangnya.

Demi upaya pengukiran diri dengan sifat-sifat mulia ketuhanan mereka rela mengorbankan apa saja bahkan rela untuk tidak disebut sebagai penganut agama, rela disebut sesat, rela didaftar oleh setan dan agen-agennya di masukkan dalam daftar tunggu penghuni neraka. Mereka tidak urus dengan surga dan neraka yang di dalam hayalan.

Surga bagi mereka adalah kebahagiaan. Kebahagiaan bagi mereka adalah saat mereka mengukir sifat dan kualitas ketuhanan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s