The Cinta – Membunuh dan Menghidupkan

The Cinta  “Membunuh dan Menghidupkan”

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460307127050[1].jpg

Cinta yang Menghidupkan Kehidupan.

Esi Teja dan kawan-kawan, yang kumaksud cinta di sini bukanlah cinta yang di alam mental yang bercampur emosi dan ambisi. Bukan cinta erotis antar lawan jenis. Bukan cinta penuh harapan dan kekecewaan. Bukan cinta transaksional take and give. Bukan itu Esi, Tantowi Jouhari, Satriyo Aljawi, Eliza M Permatasari, De Fatah, Asriana Kibtiyah, Brusman Kennedy , Nikmat Tanjung, Elly, Thomas Al Akbar Siregar, Hariman Khadapi dll.

Tapi yang kumaksud adalah The Pure Cinta. Cinta murni. Cinta sebagai cinta itu sendiri. Cinta yang tunggal. Cinta yang menghidupkan, menggairahkan, menumbuhkan, menciptakan. Karnanyalah kehidupan berlangsung. Tanpanya tak kan pernah ada aktifitas kehidupan.

Cinta ini adalah ruh kehidupan yang terdapat di semua keberadaan alam. Dia merayap di bebatuan, di tetumbuhan, di alam hewan, dan alam manusia.

Cinta inilah yang membuat semut bergerak mencari gula, menggerakkan kumbang mencari bunga, memberi semangat laron mencari cahaya, menginspirasi ulat menjalani pertapaan yang mentransformasinya menjadi kupu-kupu.
Cinta ini murni dan tunggal. Dia membunuh dan mematikan, lalu menghidupkan.

Logika ketunggalannya adalah antara si pecinta, dan objek yang dicintai serta cinta itu sendiri adalah identik, satu, tunggal, dan sama. Si pecinta mati di hadapan objek yang dicintainya. Si pecinta kehilangan dirinya di hadapan objek yg dicintainya dan bertransformasi menjadi diri objeknya.

Cinta ini begitu murni. Ketika cinta ini menerpa sesuatu si pecinta lantas kehilangan dirinya dan berubah menjadi eksistensi objeknya. Berhati-hatilah menerpakan cintamu. Dia dapat membuatmu menjadi apa saja yang kamu cintai.

Karna cinta ini kamu bisa menjadi batu, kayu, burung, mobil, harta, jabatan atau jiwamu direnggut oleh kekasih yang kamu cintai.

Rumusannya, sesuatu hanya bercerita tentang dirinya. Air hanya bercerita tentang dirinya yang lembut menyegarkan. Air tak pernah bercerita tentang api. Begitu juga api tak pernah bercerita kecuali tentang dirinya.

Ketika kamu mencintai batu misalnya kamu hanya bicara tentang batu, asal usul batu, jenis batu, harga batu, keindahan batu, pameran batu dan serba batu sehingga kamu kehilangan dirimu sendiri. Saat itu siapakah dan apakah kamu sesungguhnya? Pecinta burung hanya cerita burung. Pecinta catur hanya cerita catur. Pecinta apapun pasti sedang kehilangan dirinya dan menjadi sesuatu yg dicintainya.

Ada orang post power syndrome mengapa? Karna dia mengidentifikasi dirinya dengan jabatan atau kekuasaan, saat jabatan atau kekuasaannya hilang, maka dirinya hilang. Tidak sedikit orang mati terasa sudah tak bermakna lagi hidupnya, karena kekasih yang dicintainya pergi meninggalkannya.

Apapun yang kamu cintai akan merenggut keberadaanmu sedemikian rupa sehingga kamu menjadi sesuatu yang kamu cintai itu. Di hadapan sesuatu yang kamu cintai kamu terbunuh mati dan hidup kembali berubah sebagai kecintaanmu itu. Si pecinta kehilangan dirinya sedemikian rupa sehingga tak ada cerita dirinya sendiri. Si pecinta hanya bercerita tetang yang dicintainya. Pusat perhatian si pecinta adalah apa-apa yang dicintainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s