Tanpa Cinta Jangan Cerita

Tanpa Cinta Jangan Cerita

Oleh: Eza Azerila

 

13010639_1154735941212159_7877993320776536886_n

 

Hmmm, yuk kita bercinta lagi Indonecintaku. Bicara cinta gak bakalan bosan dan nggak bakalan habis-habisnya. Karena cinta adalah Tuhan dan Tuhan adalah cinta. Cinta tak punya harapan oleh karenanya para pecinta sejati tidak pernah kecewa. Logika cinta bukan logika take and give tapi logika give and give and give and give. Lihatlah matahari setiap saat dia menerpakan sinarnya tanpa berharap balasan darimu. Tulus. Murni. Dan dia tak pernah kecewa betapapun seringkali kehadirannya dikeluh-kesahkan, “ihh, panas kali hari ini.. Huhh”. Dia tidak kecewa, tidak kapok, tidak mengungkit-ungkit jasa-jasanya yang telah ribuan tahun menyumbang kehidupan.

 

Kita kan bukan matahari.” Kata temanku. Siapa yang bilang kamu matahari. Bahkan sebenarnya kamu lebih hebat daripada matahari. Dalam dirimu ada unsur panas sehingga kamu dapatt menghangatkan suasana. Ada unsur air sehingga kamu dapat mendinginkan atau menyegarkan keadaan. Ada unsur udara sehingga kamu dapat memberi suasana sepoi-sepoi. Ada unsur tanah sehingga kamu dapat menjadi wadah siap diinjak asal dirimu tumbuh berbagai kehidupan. Ahhh. Teori.” Ya nggak apa-apa kita berteori dulu sebagai landasan kita membangun. Toh gedung-gedung mewah pencakar langit dimulai dari teori dulu bahkan dari mimpi dulu. Apa salahnya dengan teori. Kehadiranmu pun dimulai dari kakek-nenek yang berteori tentang keberlanjutan anak cucu. Hmm Bayangkan jika tidak ada yang berteori tentang pesawat terbang, jika tidak ada seorang Thomas Alpha Edison yang berteori tentang lampu pijar, jika tidak ada teori tentang komunikasi nirkabel, tentang teknologi digital, tentang teknologi nano. Tindakan bagus tapi jika tidak dilandasi ilmu dan teori yang benar dia kehilangan efisiensi dan efektigitas. Tidak produktif. Oya, jadi melantur kemana-mana. Apapun yang akan kita bangun, sekecil dan sebesar apapun bangunan itu maka tidak akan efektif, tidak akan solutif, tidak akan produktif, tidak akan progresif, tidak akan kreatif jika di dalamnya tidak hadir Sang Cinta.

 

Absennya cinta, berarti absennya komunikasi. Absennya komunikasi berarti absen pula koordinasi. Absennya koordinasi, membuat segala program dan rencana masuk ke dalam laci meja. Hmm Dengan cinta murni maka yang ada hanyalah kegairahan, yang ada hanyalah kemewahan, yang ada hanyalah kebahagiaan dalam beraktifitas, berkreatifitas, berproduktifitas. Tak ada perhatian kecuali cinta. Tanpa cinta, semua menjadi kering dan apalah-apalah.., hmmm.. Lakukanlah segala sesuatu dengan cinta yang membuat pengorbananmu terasa manis. Jika cinta sudah tak hadir di bangsa ini semua dihitung dengan satu bahasa: WANIPIRO. Kawan, tanpa cinta jangan cerita persahabatan, jangan cerita perjuangan, jangan cerita kebangsaan, jangan cerita agama, jangan cerita ekonomi, jangan cerita keluarga, jangan cerita kebaikan, jangan cerita pelayanan, jangan cerita ketuhanan, jangan cerita kemanusiaan, jangan cerita persatuan, jangan cerita keadilan.. Hanya kekuatan cinta yang dapat melakukan hal-hal besar. Benar juga ya kata lyric lagunya

 

Diana Roos : I wanna live thats never die I wanna change world only for you All the imposible I wanna do Every time you touch me I become a hero I’ll make you safe no matter where you are And bring you Everything you ask for nothing is above me I’m shining a candle in the dark When you tell me thats you love me Ternyata masih apal lyrik nya tapi kayaknya kebolak-balik tuh dan nggak lengkappp..

 

13015137_1154735937878826_9163114184083980575_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s