The Cinta (Part Two)

The Cinta ( part two )

Oleh: Eza Azerila

12961614_1154731411212612_1557434763378100302_n

Esi Teja, Satriyo Aljawi, Tantowi Jouhari, Hariman Khadapi, Brusman Kennedy, Thomas Al Akbar Siregar, Husin Siregar, Denny Siregar, De Fatah dan kawan-kawan tercinta.

Jadi sesungguhnya dirimu adalah sesuatu yang kamu cintai. Apapun yang kamu cintai akan menjadi pusat perhatianmu. Kamu akan mengingatnya, memperhatikannya, membicarakannya, menghabiskan umur bersamanya. Bahkan kamu tenggelam dalam pusarannya. Kamu kehilangan dirimu sendiri, dan melupakannya.

” Sure you love me Romeo?

Sungguh Juliet. Aku mencintaimu. Aku tidak dapat melupakanmu. Setiap saat yang ada adalah dirimu. Di mana dan kapan pun yang ada hanya kamu. Aku bekerja, demimu. Bahagiamu bahagiaku, deritamu deritaku. Aku ingin hidup abadi bersamamu. Apapun kan kulakukan demi kebahagiaanmu. Bahkan segala yang mustahil pun akan aku lakukan atas permintaanmu. Bla bla bla…

Romeo terserap dalam objek cintanya. Romeo sudah menjadi eksistensi Juliet. Yang tersisa pada Romeo hanyalah fisiknya, hardwarenya, namun program dirinya sepenuhnya hanyalah program Juliet. Bahagianya, deritanya, sukadukanya, ingatannya, seleranya, perasaannya , tenaganya, kekuatannya, bahkan durasi waktu hidupnya sudah tenggelam dalam samudera cinta Juliet.

Kawan, setiap kamu adalah Romeo dan setiap yang kamu cintai adalah Julietmu. Bisa jadi Julietmu adalah batu akik, burung perkutut, catur, game online, jabatan, harta benda, profesi, dan sebagainya. Tanda bahwa sesuatu sudah merenggut eksistensimu adalah sesuatu itu sudah memenjarakanmu, sudah menjadi pusat perhatianmu, sudah membuatmu “gila”.

Cinta membunuhmu dan menghidupkanmu kembali menjadi sesuatu yang kamu cintai. Cinta membuatmu kehilangan dirimu dan kamu menemukan dirimu yang baru yaitu objek cintamu. Berhati-hatilah menerpakan cinta murnimu. Sekali cintamu menerpa sesuatu saat itu juga kamu kehilangan eksistensi dirimu.

Jika yang kamu cintai hancur maka dirimu ikut hancur bersamanya. Jika yang kamu cintai hilang maka hidupmu pun hilang bersamanya. Kematian apa yang kamu cintai adalah kematianmu. Mengapa cinta murnimu tidak kamu terpakan kepada Yang Abadi, Yang Tak Pernah Mati, Yang Tak Pernah menghianati cintamu??

Sang Cinta berfirman , “Siapapun yang jatuh cinta padaKu sungguh telah Aku bunuh dia. Siapa yang Aku bunuh maka aku kan bayarkan tebusan baginya. Siapa yang Aku bayarkan tebusannya maka Akulah sebagai tebusannya”.

Saat kamu mencintai Tuhanmu kamupun mati terbunuh oleh cintaNya. Dan saat kamu mati kamu hidup kembali sebagai manifestasi diriNya. Saat itu maka langkahmu adalah langkahNya, pandanganmu adalah pandanganNya, sentuhanmu adalah sentuhanNya, senyummu adalah senyumanNya, dan kata katamu adalah kata kataNya. Kamu kehilangan dirimu dan menemukannya lagi dalam bentuk pesonaNya, citraNya, wajahNya, gerakNya, jejakNya, kebahagiaanNya.

Saat itu wujudmu pun sudah bertransformasi menjadi wujud cinta, wujud solusi yang mengasihi, menyayangi, menghidupkan, menumbuhkan, merawat, memelihara, melayani, menghimpun, membangun, memberi semangat, mendamaikan dan membahagiakan.

Siapakah kamu?

Kamu adalah sesuatu yang kamu cintai, sesuatu yang kamu jadikan pusat perhatian, sesuatu yang mengambil alih segenap eksistensimu.

Love Me Love Me O my dearly beloved…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s