Agama Asli vs Agama Bajakan

Agama Asli vs Agama Bajakan

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460571877659[1]

 

“Agama itu dua.” Kataku

“Lha, bukannya agama itu banyak bung Eza..?” Kata temanku

“Iya, yang banyak itu namanya. Realitasnya agama itu hanya dua, yg ada itu hanya agama asli dan agama bajakan.” Kataku

“Mang ada agama bajakan? Kalo VCD bajakan sih pernah rame tuh dulu zaman VCD lagi ngetrend. Tapi agama bajakan kayak gimana tuh bung. Jangan ngarang deeehhh…” katanya

“Ini bukan viksi tapi nyata.” Kataku

“Yaudah cepetan deh jelasin” katanya penasaran.

Kalo agama asli itu antara mereknya dan isinya sama. Mereknya bagus isinya juga bagus. Tapi kalo agama bajakan yang ada cuma mereknya aja tapi isinya beda.

Mereknya pake nama nama Tuhan, isinya setan. Yang disebut tiap hari Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang tapi isinya membawa kebencian, permusuhan, perpecahan, pertikaian.

Para penganut agama bajakan membajak Tuhan dipaksa untuk mengikuti nafsu kesetanannya. Sebenarnya yg ingin dipasarkan nilai kesetanan tapi kalo pake nama setan mereka khawatir tidak laku dijual. Akhirnya mereka membajak merk Tuhan dengan isi setan.

Mulailah mereka memilih milih firman firman Tuhan yang dianggap sesuai dengan nafsu mereka. Tuhan suruh bunuh nafsu mereka, nafsu kebencian, nafsu kedengkian, nafsu permusuhan tapi mereka malah membunuh rasa cinta, rasa kasih sayang, semangat persatuan. Mereka membunuh ketuhanan agar hidup kesetanan mereka.

Ciri mereka serba sempit. Dadanya sempit tak menerima kehadiran yang beda dengan mereka. Pikiran mereka sempit tak muat dipikiran mereka gagasan yang agak beda. Surga mereka sempit hanya muat bagi kelompoknya saja.

Oleh karnanya, mereka tidak suka dengan firman firman suci yang menyuarakan cinta, kasih sayang, keluasan rahmat, persaudaraan antar manusia, kemerdekaan beragama, keluasan surga, kedalaman makna, kebijaksanaan. Ayat ayat atau firman firman tersebut bertolakan dengan watak sempit mereka. Mereka akhirnya memakai nama Tuhan dan membajaknya untuk mengikuti nafsunya menebar kebencian, menciptakan permusuhan, menolak persaudaraan, menolak ajakan persatuan, dan seterusnya.

Tuhan menyuruh mereka membunuh nafsu kebencian mereka agar hidup semangat cinta kasih mereka. Tapi mereka malah membunuh semangat cinta kasih mereka demi membaranya api kebencian dan permusuhan dalam diri mereka.

Sedang agama asli adalah agamanya para manusia. Agamanya orang-orang berakal dan berhati nurani.

Kata Sa’di, ” kau yang tak sedih atas luka manusia, masihkah kamu tak malu menyadang status manusia “.

Agama ini adalah agama ketuhanan dan kemanusiaan. Agama persaudaraan dan persatuan. Agama cinta dan kasih sayang. Agama tanggungjawab dan kepedulian. Agama nurani dan akal tercerahkan.

Agama ini hanya dapat diterima dengan hati yang lapang, pikiran yang terbuka, surganya luas seluas kasih sayang Tuhan. Antara merek dan isinya sama. Mereknya ketuhanan isinya kasih sayang. Mereknya cinta isinya pelayanan. Mereknya benar isinya pun benar.

Mereka adalah manusia manusia ketuhanan. Semakin beragama semakin berketuhanan. Semakin berketuhanan semakin meningkat kualitas kemanusiaan mereka. Kasih sayang mereka luas mencakup alam manusia dan alam semesta. Surga mereka luas. Mereka menginginkan semua manusia masuk dalam cakupan surga kasih sayang mereka.

Mereka telah membunuh nafsu serakah mereka. Mereka telah mematikan rasa dendam dan permusuhan dalam diri mereka. Mereka adalah manusia manusia merdeka. Dimana kebenaran, keadilan, ketuhanan,kemanusiaan, kedamaian, cinta kasih diusung, mereka ada di sana. Kamu tidak pernah melihat mereka berpihak pada kebencian dan permusuhan meski diberi merk dan nama Tuhan sekalipun.

Mereka adalah manusia pancasila. Ukiran hidup mereka adalah hanya berorientasi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan.

Mereka tidak menunggangi agama dan Tuhan untuk nafsu-nafsu kehewanan dan kesetanan. Mereka malah menyiapkan diri mereka digunakan untuk terciptanya nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Kadang mereka tidak menyebut nama agama mereka apa. Mereka tidak sempat memamerkan merk agama mereka. Mereka sudah tenggelam dalam samudrea cinta dan kasih sayang.

Selamat Datang Generasi Pancasila
Selamat Datang duhai saudaraku para pemeluk agama asli

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s