Jasmerah (Jangan sekali-kali Melupakan Sejarah)

Jasmerah
(Jangan sekalikali Melupakan Sejarah- Soekarno)

 

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460565527322

Sejarah itu berasal dari bahasa Arab. Artinya pohon. Kekuatan pertumbuhan suatu pohon sangat ditentukan oleh seberapa dalam akarnya menghujam ke dasar bumi.

Jadi jangan cerita pohon tanpa cerita akar. Juga cerita buah tanpa cerita pohon. Antara pertumbuhan pohon, hasilnya yang berupa buah dan akarnya adalah satu paket yang tak terpisahkan. Mengabaikan cerita akar sama dengan mengabaikan cerita pohon secara keseluruhan.

Sejarah adalah asal usul. Jangan sekali kali melupakan sejarah. Jangan sekali-kali melupakan asal-muasalmu. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Tidak melupakan asal usulnya. Tidak meninggalkan akar historisnya.

Bangsa yang melupakan sejarahnya sama saja dengan pohon yang tumbuh tanpa akar. Sama saja dengan gedung yang dibangun tanpa pondasi. Sama saja dengan pesawat yang tinggal landas tanpa landasan.

Jasmerah. Jangan sekali-kali lupakan sejarahmu. Charles Darwin merobohkan sejarah dan membuat ulang sejarah dg teori evolusinya bahwa asal usul manusia adalah kera. Maka lahirlah diktum bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Dengan pijakan sejarah ini manusia bebas melakukan apa saja. Freedom. Kamu bebas melakukan apapun selama kebebasanmu tidak melanggar privasi kebebasan pihak lain.

Lahirlah humanisme, kemanusiaan tanpa ketuhanan. Lahirlah demokrasi suara rakyat suara Tuhan. Lahirlah kapitalisme yang bermodal yang berkuasa. Lahirlah feodalisme yang berkuasa yang punya otoritas penuh.

Darwin bukan hanya melupakan sejarah tapi dia menciptakan sejarah yang dibangun dengan ilusinya sendiri. Proposal Darwin yang dikemas dengan bahasa saintifik, dipopulerkan dalam pentas akademik membuat kamu lupa pada sejarahmu. Kamu mulai membangun kehidupan politik dengan demokrasi bukan dengan Pancasila. Kamu mulai membangun ekonomi dengan pijakan kapitalisme bukan dengan koperasi. Kamu mulai membangun pendidikan berasas kebebasan bukan kemerdekaan. Kamu mulai memilih penguasa penguasa feodal bukan pemimpin yang mengayomimu dengan semangat cinta dan pelayanan.

Jangan lupakan sejarah bahwa kamu bangsa bangsa Pancasila bahkan sebelum Pancasila dikonsepsikan oleh Sukarno dan kawan-kawan. Kamu adalah bagus yang ideologinya ketuhanan YME. Sistem politikmu kemanusiaan yang berketuhanan.

Mereka yang mengagungkan demokrasi telah melupakan sejarah bahwa ideologinya berpijak pada ketuhanan. Ideologi ketuhanan bertolak belakang mutlak dengan demokrasi. Ideologi ketuhanan mengatakan bahwa yang harus menjadi pemimpin yang paling berketuhanan sementara demokrasi yang menjadi pemimpin adalah yang paling banyak mendulang suara. Ideologi ketuhanan, suara Tuhan, suara kebenaran, suara keadilan adalah suara rakyat. Sedang dogma demokrasi adalah suara rakyat suara Tuhan.

Ideologi ketuhanan berorientasi pada nilai, pada kualitas, pada kemerdekaan sedang demokrasi berorientasi pada kuantitas, pada kebebasan, pada kepentingan, pada kontrak kontrak sosial, pada lobi lobi transaksional, pada kampanye hitam, pada kecurangan, pada konkalikong.

Jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sekali kamu melupakan sejarahmu maka kamu akan kesulitan kembali kepada asal usulmu yang penuh ketuhanan, kemanusiaan, kedamaian, keindahan, kebahagiaan penuh cinta dan kasih sayang.

Inti kebangsaanmu terletak di sejarahmu. Inti sejarahmu terletak di nilai luhur Pancasilamu. Inti Pancasilamu terletak di nilai ketuhaanan dan kemanusiaanmu. Kamu disebut bangsa Indonesia karena kamu berideologi Pancasila. Kamu disebut berideologi Pancasila saat kamu memprogram dirimu dengan program ketuhanan dan kemanusiaan. Itulah yang disebut sejarahmu. Asal-usul kebangsaanmu.

Sejarah asal usulmu adalah satu paket yaitu mental ketuhanan yang melahirkan manusia yang merdeka yang disebut kemanusiaan yang adil dan beradab. Kamu disebut tidak meninggalkan dan melupakan sejarah kalau kamu mengukir kemerdekaan. Manusia merdeka adalah manusia yang berpegang pada ketuhanan, kebenaran, keadilan, kebijaksanaan, persatuan, keindahan, cinta dan kasih sayang.

Mengajak pada kebebasan sama saja dengan mengajak melupakan sejarah. Mempropagandakan kebebasan identik dengan mengkampanyekan untuk melupakan dan meninggalkan akar sejarahmu.

Fisikmu boleh saja tidak meninggalkan tanah airmu ini, dengan logika ini apakah pemikiranmu masih di sini? Apakah semangatmu masih untuk Pancasila ? Apakah spiritmu adalah spirit Indonesia yang menggaungkan kemerdekaan, atau spirit asing yang begitu rajin menjerumuskan bangsa ini pada semangat kebebasan? Apakah kamu masih berekonomi sesuai sejarahmu yaitu ekonomi koperasi atau fisikmu di sini tapi cara berekonomimu ekonomi kapitalisme yang melanggar kemanusiaan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s