Logika Bertuhan Logika On Off

Logika Bertuhan
Logika On Off

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460572553972[1].jpg
Ketika matahari datang gelap berkemas-kemas pergi. Ketika matahari tenggelam gelap datang menyelimuti alam. Begitulah aktifitas alam berlaku On Off.

Ketika malam hari kamu Onkan listrik gelap pergi seketika, ketika kamu offkan listrik gelap datang. Wewenang on Off ada ditanganmu. Jika kamu ingin rumahmu terang kamu hanya tinggal meng-Onkan saja saklarnya. Cklikk. Langsung terang. Jika kamu maukan suasana gelap kamu tinggal mengOffkan saja. Cklikk. Langsung gelap.

Dirimu adalah rumahmu. Tuhan sudah memberi wewenang penuh kepadamu untuk mengOnkan atau mengOffkan saja. Setia pada janjiNya, Tuhan tidak akan mencampurimu apakah kamu mau mengOnkan atau mengOffkan rumah dirimu. Dan yang kamu bilang setan juga tidak akan mampu mencegahmu jika kamu mau menyalakan rumahmu itu. Seolah-olah, baik Tuhan maupun setan ada dalam kendalimu. Kamu tinggal mengcklik saja apa maumu. Jika kamu suka pada cahaya maka kamu tinggal Onkan saja. Demikian juga jika kamu senangnya gelap-gelapan kamu tinggal mengOffkan saja. Klikk. Langsung jadi.

Tuhan menggambarkan dirinya sebagai matahari, cahaya cinta, cahaya ilmu, cahaya kebijaksanaan, cahaya kebenaran, cahaya keadilan, cahaya keindahan, cahaya kemurahan, cahaya kebahagiaan, cahaya kemuliaan, dan sebagainya. Selain diriNya, digambarkan sebagai kegelapan, gelap rohani, gelap pikiran, gelap mata hati yang menyebabkan terjadinya kesemrawutan, bertubrukan, perpecahan, beradu, bersengketa, perkelahian.

Makanya agama datang sebagai pelita penunjuk jalan. Pelita berfungsi menerangi jalan bagi orang yang matanya berfungsi dengan baik. Bagi orang buta pelita bahkan matahari sekalipun tak ada gunanya. Begitu juga agama, ia hanya berfungsi bagi orang-orang yang hatinya sehat. Bagi mereka yang buta matahatinya kehadiran agama dan hidup bersama nabi sekalipun tak ada pengaruh apa apa. Jangan heran kalau ada orang beragama tapi agama yang mengajarkan cinta dan kasih sayang tidak berguna di hadapannya.

Jadi hidup ini begitu sederhananya. Saat kamu mengOnkan Tuhan maka serta merta hilanglah kegelapan darimu. Tidak peduli agamamu apa, saat kamu mengklik kebahagiaan saat yang sama pergilah penderitaan. Saat kamu mengklik kasih sayang maka sirnalah saat itu juga kebencian. Saat kamu nyalakan pengetahuan di saat yang sama pergi kebodohan. Setan tidak mampu mencegahmu saat kamu mengOnkan cahaya cahaya ketuhanan yang kamu maukan.

Begitu juga saat kamu mematikan cahaya ketuhanan saat itu pula hadir kegelapan. Saat kamu mengusir cinta saat itu hadir kepentingan. Saat kamu mengusir kasih sayang saat itu pula hadir kebencian dalam dirimu. Saat kamu mengOffkan pengetahuan hadirlah kebodohan. Saat kamu mengOffkan ketuhanan saat itu hadir kesetanan.

MengOnkan atau mengOffkan ada dalam wewenanhmu secara penuh. Baik apakah kamu mengOnkan cahaya ketuhanan atau kamu mengOffkannya kepadamu diberi kebebasan. Dan kamu hanya menerima konskuensinya saja dari pilihanmu itu.

Jika Tuhan On setan Off. Jika Tuhan Off setan On. Keduanya tidak akan terjadi berbarengan. Tapi jika Tuhan kamu buat On dan setan juga On, efeknya kamu jadi Oon. Becanda dikit. Biar gak Oon broo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s