Tak Kenal Tak Sayang

Tak Kenal Tak Sayang

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460563091126.jpg

Esi Teja, Eliza M Permatasari, Asriana Kibtiyah, Juana Sari, Tantowi Jouhari, Hariman Khadapi, De Fatah dan indonecintaku semua yang aku sayangi…., hmm.

Aku mau cerita dikit. Buat membangun pemahaman.

Di kawal oleh beberapa ajudannya seorang pangeran dengan berkuda bergerak ke sahara padang pasir. Jauhnya perjalanan telah menghabiskan perbekalan air minum.

Di kejauhan dilihat oleh mereka seorang pemuda dengan beberapa ekor kambing. Mereka mendekat ke arah pemuda tersebut.

“Katakan kepada pemuda itu bahwa kita butuh susu kambingnya untuk kita minum ,” . Perintahnya pada satu ajudan.

Pemuda penggembala itu memerah susu kambingnya dan segera memberikannya pada pangeran dan pengiringnya.

Pangeran mengeluarkan kepingan logam emas dan memberikannya pada si penggembala.
Melihat tindakan pangeran, seorang pengawalnya berkata :

“Tuan, sebanyak itukah tuan berikan pdnya untuk susu yang tak seberapa harganya..? ”

“Iya, kita haus. Kita butuh minum, kita sudah dapatkan dan kita harus memberi harga tinggi untuk suatu keadaan yang darurat. Posisiku harus menghargai kehidupan”. Kata pangeran.

” Ampun paduka. Tapi pemuda itu tidak mengenal siapa paduka. Paduka dapat memberinya harga yang wajar.. “.

” Ya, memang pemuda itu tidak mengenal siapa aku. Tapi aku mengenal siapa diriku. Mari kita lanjutkan perjalanan.. “. Jawab pengeran penuh kebijaksanaan.

Kawan, mengapa ada kecurangan, ada intimidasi, ada kekerasan, ada penjajahan, ada pemerkosaan, ada kejahatan, ada penyimpangan, ada penyelewengan, ada perusakan, ada permusuhan, ada korupsi itu semua disebabkan manusia tidak mengenal dirinya.
Yang tidak mengenal dirinya tidak akan pernah menyayangi dirinya. Para pelaku kriminalitas dan tindak kejahatan disebut tak tahu diri.

Kokk..!!??

Kamu adalah manusia. Segenap alam semesta tidak cukup sebagai bayaran untuk nilai keagunganmu. Tak ada yang seperti menandingi keagunganmu selain Tuhan. Tak ada yg dapat melampaui kemuliaanmu kecuali Tuhan. Tak ada yang lebih pantas bersanding denganmu kecuali nilai-nilai kebenaran. Sedemikian sempurnanya kamu diciptakan sehingga kamu hanya pantas dan layak untuk nilai-nilai luhur kebenaran, kebijaksanaan, kehormatan, keadilan, keindahan, cinta dan kasih sayang. Selain itu maka itu bukanlah dirimu.

You are beyond what you think about your own self. Dirimu yang sebenarnya melampaui apa yang kau konsepsikan tentangmu dalam pikiranmu. Kamu melampaui para malaikat sekalipun. Kamu melampaui alam jagad raya sekalipun. Jantungmu yang sekepal itu dapat menampung seluruh nilai-nilai ketuhanan.

Di satu sisi kamu adalah tanah lempung di sisi lain kamu adalah cahaya. Kecerdasan spiritualmu membuat para malaikat mengabdi padamu. Kecerdasan metafisikmu membuat alam-alam metafisika berada dalam cakupanmu. Kecerdasan rasional intelektualmu membuat semua ilmu menjadi pembantumu.

Kamu bukan hewan yang orientasinya hanya makan, minum, tidur dan berkembangbiak. Makan dan minum bagimu hanya untuk sekedar melanjutkan keberlangsungan hidupmu bukan hidupmu untuk makan dan minum. Makananmu yang sebenarnya adalah ilmu pengetahuan, hikmat, dan kebijaksanaan.

Kamu terlalu mulia untuk melakukan korupsi dan kecurangan. Katakan kamu korupsi ratusan miliar tapi kamu telah membayar murah sekali dirimu. Kamu kehilangan kemuliaan, kehilangan nilai diri, kehilangan status kemanusiaanmu, kehilangan wibawamu sebagai anak manusia, dan kamu telah banting hargamu semurah murahnya shg para kartunis tidak lagi menggambarmu sebagai sosok manusia. Mereka menggambarmu dalam bentuk tikus yg menjijikan.

Sejarah manusia menulismu sebagai penjahat kemanusiaan. Anak cucumu mendapat status sebagai “anak cucu sang koruptor. Hati hati ada gen koruptor”.

Kawan, ketika seseorg tidak mengenal kemuliaan, keagungan, kecemerlangan, kemegahan, keindahan, dan keluhuran dirinya yang sebenarnya maka dia tidak kan pernah menyayanginya. Dia hinakan, dia buat menderita, dia banting nilai dirinya semurah murahnya, dia korbankan sejarahnya, dia permalukan dirinya sedemikian rupa, dia buat kedua org tuanya, menyesal telah melahirkannya.

Kawan jika kamu mengenal siapa dirimu kamu pasti akan menyayangi dirimu dimana dan kapanpun kamu berada. Jika kamu pelajar maka kamu menjadi pelajar terbaik, karena nilai dirimu hanya pantas untuk prestasi. Kamu tidak pantas untuk membuat dirimu ditertawakan dunia. Jika kamu berpolitik kamu benar benar berkhidmat kepada masyarakat. Kemanusiaanmu hanya pantas untuk melayani sesama. Melakukan intrik, menelikung, menjegal dan menjatuhkan lawan, adalah kerjaan orang yang sedang kehilangan nilai agung kemanusiaannya.

Kawan, kamu adalah manusia. Dirimu sebagai manusia hanya pantas untuk nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Kamu makhluk terhebat yang pernah diciptakan dalam sejarah kehidupan. Tidak ada yang lebih hebat darimu. Surga pun sebenarnya lebih merindukan manusia yang menghargai kemanusiaannya daripada manusia itu merindukan surga.

Dirimu hanya pantas untuk kebenaran, kemuliaan, keindahan, kebijaksanaan, keadilan, kehormatan, kemanusiaan. Selain itu bukanlah dirimu. Selain itu kamu tidak pantas untuk disebut manusia.

Jangan banting harga dan nilai dirimu sehingga kamu kehilangan kemanusiaanmu dan dalam hidup yang sangat singkat ini jangan sampai kamu melakukan tindakan yang membuat kamu dikenang sepanjang sejarah manusia sebagai penjahat kemanusiaan.

Tak ada yang lebih hebat, lebih agung, lebih mulia dan lebih tinggi nilainya darimu jika kamu mengenal bahwa kamu adalah manusia..

Tuhan mengutus manusia manusia suci agar kamu menjadi manusia bukan agar kamu merusak kemanusiaanmu dengan saling mengaku paling beragama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s