Aku Tahu A to Z

Aku Tahu A to Z

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460828284539[1].jpg
Aku Tahu Sebelum Terjadi
Salah mengenal pasti salah menyikapi. Tuhan Yang sangat pemurah tiba-tiba terlihat begitu sadis, kejam dan raja tega.

Bayangkan. Jika Tuhan kamu anggap telah menciptakanmu beserta nasib-nasibmu. Bayangkan, jika Tuhan dianggap telah menciptakan seseorang, dan diciptakan orang itu sebagai pencuri, lalu diciptakan juga bahwa pencuri itu digebukin massa sekampung, lalu ditentukan pula pencuri tersebut mati mengenaskan, dan ditentukan pula bahwa sipencuri itu masuk neraka. Apes amat tu nasib.

Dari paham inilah terjadi sikap sikap apatis, pesimis, pasrah gak karuan, fatalistik, deterministik. Di sisi lain paham ini membuat yang merasa soleh ge’er, bhw Tuhan sudah menentukan kesalihannya dan menentukan jaminan kesurgaannya. Lalu jadi mentang mentang, di luar dirinya sudah ditentukan masuk neraka. Tak ada ampun bagimu. Semua sudah ditentukan Tuhan. Hidup, rizki, jodoh, mati, ke sorga ato ke neraka sudah ditentukan Tuhan. Ya, kalau kamu mau ambillah Tuhan Maha Kejammu itu.

Ini Tuhanku.

Sebelumnya, aku buat ilustrasi terlebih dulu ya. Biar asyik memahaminya. Hariman Khadapi adalah seorang guru, misalnya. Hariman 5 hari dalam seminggu bertemu siswa-siswa asuhannya. Hariman punya data base tentang siswa-siswa nya itu. Hariman tahu A to Z tentang murid2nya satu persatu. Hariman tahu siapa di antara mereka yang pintar, yang biasa-biasa saja dan yang terbelakang. Hariman pun sudah tahu, bahkan sebelum diujikan, mana siswanya yang bakal juara satu, mana yang asal lulus, dan mana yang tidak lulus.

Satu ketika pak guru Hariman mengatakan padamu memprediksi ttg siswa siswanya tersebut sebelum diujikan bahwa nanti nasib si A akan begini si B akan begitu dst.

Masa ujian tiba. Murid murid Hariman semua ikut.

Ujian selesai. Hasil ujian diumumkan. Ternyata semua yang diprediksikan pak Hariman terjadi. Si A juara satu. Si B lulus, si C tidak lulus, dan seterusnya. Semua terjadi persis. Plekk plek plek.

Pertanyaannya. Apakah kejuaraan murid Hariman yang juara atau ketidaklulusan muridnya yang gagal lulus itu karna hasil usaha murid murid atau karna pengetahuan pak Hariman? Siapakah sebenarnya yang bertanggungjawab atas nasib nasib kelulusan atau kegagalan murid murid pak Hariman? Apakah nasib kelulusan dan kegagalan mereka disebabkan oleh pengetahuan pak Hariman atau disebabkan oleh kerajinan dan kemalasan murid-muridnya?

Jika semua sudah ditentukan buat apa diujikan?

Tuhanmu Maha Kasih Sayang. Tuhanmu telah membekalimu dengan berbagai bekal tenaga, kecerdasan, kemauan, ketajaman insting, menyediakan semua free dan gratis. Ikan di laut gratis. Oksigen gratis. Tinggal di bumi gratis.

Mata, telinga, hidung, otak, jantung tanpa ditarik biaya pulsa olehNya. Dan kamu diberi kebebasan untuk mengolah dan mengelola semua itu untuk berlomba mengukir nasibmu.

Segala daya upaya usahamu menentukan nasibmu. Ilmu, wawasan, pola hidup, pola pikir, pola kerja, dan sebagainya menentukan nasibmu. Pemikiranmu, ucapanmu, tindakanmu, kebiasaanmu, karakter yang kamu ukir itu nasib yang kamu ciptakan.

Tentunya, kamulah yang bertanggungjawab penuh atas nasib yang kamu upayakan. Nasib baik burukmu kamu harus terima sebagai hasil pengolahanmu. Makanya, Tuhan mintakan tanggungjawabmu. Jika semua sudah ditentukan Tuhan bukankah semua aturan hidup menjadi kehilangan makna? Dan bukankah menjadi permainan yang kagak lucu?

Segala nasib umat manusia A to Z, Tuhan sudah mengetahui. Dia Maha Mengetahui.

Beda antara semua sudah ditenrukan dan semua sudah diketahui.

Aku mengetahui A to Z, sebelum semuaya terjadi.

Efek psikologis pemahaman bahwa Tuhan penentu nasib sangatlah menyengsarakan. Di satu sisi seolah sedang membuat Tuhan sebagai Raja Diraja Otoriter tak terkalahkan. Di sisi lain membuat hambanya sakit jiwa, semaumau, sesuka-suka, gak ada aruran pasti, ya gak karuanlah.

Efek psikologis bagi pemahaman bahwa Tuhan Maha Mengetahui A to Z, membuat hidup lbh hatihati, lebih terprogram, lebih terencana, lebih tertib, lebih bertanggungjawab, selalu berprasangka baik kepada Tuhan, segala keberhasilan tidak membuat sombong, dan terhadap kegagalan lebih membuat introspektif dan evaluatif. Dan seterusnya

Aku tahu A to Z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s