Apakah kamu mencintaiku… ???

Apakah kamu mencintaiku…???

Oleh: Eza Azerila

 

PhotoGrid_1460824381603[1]
Cinta itu asyik. Ada pahitnya, ada asemnya, ada asinnya, ada maniesnya. Cinta itu full nuansa eksotika, dinamika, dan romantika. Ada cinta emosional, ada cinta rasional, dan ada cinta spiritual.

Cinta ibu kepada anaknya cinta emosional. Cinta bapak pada anaknya cinta rasional. Cinta guru pada muridnya cinta spiritual.

Kepadaku ada yang bertanya mana lebih utama kedua orang tua atau guru spiritual?

Keduanya hebat. Ayah ibumu menjemputmu dari langit turun ke bumi. Guru spiritualmu menghantar jalanmu terbang dari bumi ke langit.

Lalu bagaimana cinta Tuhan kepadamu?

Dari segi tingkatan dan level level cinta, cinta itu secara tertib terbagi jadi 3 doang. Verbal doang, aktual doang, dan eksistensial doang.

Saat kamu berkata, ” I love you “, pada objek cintamu, saat itu kamu sedang bercinta secara verbal doang. Cintamu bermanifetasi dalam ungkapan lisan doang.

Saat kepada kekasihmu kamu memberikan bunga (deposito), saat itu cintamu naik kelas. Kelas aktual. Cinta yang lebih legit rasanya dari sekadar ungkapan.

Saat aktualitas cintamu kamu terjadi tiada henti, terus menerus kamu lakukan, maka cintamu naik kelas. Kelas advance. Kelas eksistensial. Saat itu antara dirimu dan tindakan cintamu tak ada bedanya. Cinta dan kamu sudah jadi kesatuan. Kamu adalah cinta dan cinta adalah kamu. Saat itu kedatanganmu sama dengan kedatangan cinta. Merindukanmu merindukan cinta. Meninggalkanmu meninggalkan cinta. At that moment, you are the cinta, and Cinta is you. At that time you are existentially the cinta it self.

Cinta eksistensial beroperasi spontan tanpa mikir. Dia hanya memberi bahkan sebelum diminta.

Nah Tuhan itu adalah cinta dan cinta adalah Tuhan. BersamaNya sama dengan bersama cinta, meninggalkanNya sama dengan meninggalkan cinta.

Jadi kalau kamu bertanya pada Tuhan, ” Tuhan, apakah Kau mencintaiku..? “. Maka Tuhan tersenyum, sambil melempar balik pertanyaanmu, ” Aku adalah Cinta, mana mungkin cinta dipertanyakan cintanya?? Aku lebih pantas untuk melemparkan pertanyaan itu padamu. ” Hambaku, apakah kamu mencintaiKu? “”

‪#‎bersambung‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s