Terimakasih Atas Jebakan JebakanMU Tuhan..

Terimakasih Atas Jebakan JebakanMU Tuhan..
.

Oleh: Eza Azerila

PhotoGrid_1460829259015[1]

 

Meski kamu tidak belajar teori-teori ilmu komunikasi sebenarnya secara intrinsik kamu sudah menjalani metode komunikasi efektif. Kataku suatu hari

Mana mungkin. Teori ilmu komunikasi itu baru diajarkan di perguruan tinggi. Ada fakultasnya. Kata mereka.

Iyyaaa, kalau kamu mau jadi ahli komunikasi kamu harus mengerti teori-teori akademisnya. Yang aku maksud bukan itu. Kataku

Gimana..?

Aku tanya sama kamu. Ketika kamu bicara kepada anak balita. Apakah kamu dalam komunikasi, menggunakan bahasamu atau kamu turun ke bahasa mrk? Pastinya dengan begitu saja kamu turun ke bahasa mereka kan? Kamu bilang mimi, mamam, bobo, pipis, padahal menurut bahasamu minum, makan, tidur, dan buang air kecil.

Itu namanya metode komunikasi efektif. Kamu turun ke bahasa balita dengan maksud secara perlahan kamu ajak mereka naik ke bahasamu.

O iya juga yaa…
Trus…

Sebenarnya kamu belajar dari Tuhan hanya saja kamu kurang menyadari..

Kapan Tuhan turun mengajari kita…?, kata mereka

Biar makin ngerti aku beri ilustrasi lain bahwa kamu ga sadar belajar metode komunikasi sama Tuhan yaa..

Okkee, lanjuutt…

Kepada anakmu yang SD kamu bilang, ” nak. Blajar yang rajin ya nanti papa belikan sepedahan kesukaanmu.!? ”

Dari arahmu yang kamu inginkan pasti rajin belajar. Tapi bagi anakmu belajar itu sesuatu yang bukan dunianya. Dunia anakmu adalah dunia sepedah. Maka kamu turun ke dunia anakmu sehingga dari arah si anak adalah sepeda yang nyata. Dia rajin belajar demi meraih dunianya. Padahal yang kamu inginkan dunia belajar.

Ketika SMP dunia anakmu bukan lagi sepeda. Maka bahasamu makin naik. Nak, belajar yang rajin ya nanti papa belikan Tablet.

Ketika SMA bahasamu naik lagi. Nak belajar yang rajin ya nanti papa belikan komputer canggih. .
.
Ketika anakmu kuliah bahasamu naik lagi, nak belajar yang rajin ya nanti papa belikan sepeda motor..

Sampai ketika anakmu sudah ketagihan belajar, tahu nikmatnya ilmu, mengerti bahwa dengan ilmu dia akan dapat berkarir, sadar bahwa debgan karirnya dia akan dapat membeli sendiri apapun yang dia inginkan, saat itulah anakmu baru mengerti bahwa sesungguhnya kamu selama ini sedang menjebaknya ke wilayah duniamu yang lebih tinggi.

Dari mana ini kamu belajar? Ya dari Tuhan. Meski kamu tidak menyadarinya..

Wahai hambaKu beribadahlah yang rajin nanti rizkimu akan Aku mudahkan. Dari arahmu kemudahan rizki, dari arah Tuhan pengabdian kepadaNya.

Trus Tuhan tingkatkan lagi. Wahai hambaKu mengabdilah padaKu nanti kuhadiahkan surga. Dari arah duniamu kenikmatan Surga, dari arahNya pengabdian yang tulus.

Dinaikkan lagi ke alammu yang lebih bergairah. Wahai hambaKu mengabdilah padaKu nanti kehadiahkan untukmu surga yang belum pernah dibayangkan siapapun kenikmatannya. Dari arahmu kenikmatan surga, dari arah Tuhan kenikmatan pengabdian.

Sedemikian rupa kamu melakukan pengabdian, pelayanan, sampai kamu begitu menikmati kebersamaan dengan Tuhan dalam segala tindakan cinta kasihmu sehingga tak ada lagi yang lebih nikmat darinya maka kamu sudah tidak lagi berpikir surga karena kamu sudah surga itu sendiri, kamu sudah kenikmatan itu sendiri, kamu dapat menciptakan surga kebahagiaanmu sendiri bahkan kamu dapat membagibagi surga, membagi hikmat, membagi cinta, membagi ilmu, membagi kasih sayang.

Saat itu kamu baru tahu O ternyata kemarin Tuhan sedang menggiring dan menjebakku untuk sampai pada kenikmatan hakikiNya. Dan saat itu pula kamu akan mengatakan :

TERIMAKASIH TUHAN ATAS SEGALA JEBAKANMU !!??
Nikmatilah jebakan jebakanNya sampai kamu menemukan maksud teragungNya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s