Ghandi , Engkau Tidak Pedulikan Anakmu Sendiri !!!

Ghandi , Engkau Tidak Pedulikan Anakmu Sendiri !!!

Oleh: Eza Azerila

13015353_1157923710893382_8189825985095671273_n.jpg
Siapa yang tidak mengenal Gandhi yang digelari sebagai Bapak Bangsa India. Dunia memujinya sebagai salah satu pemimpin spiritual terbesar sepanjang masa. “Generasi-generasi yang akan datang sulit percaya bahwa ada orang seperti dia yang pernah berjalan di muka bumi ini dalam rupa daging dan darah,” tulis Albert Einstein waktu itu. Prinsip-prinsip Gandhi telah menginspirasi aktivis-aktivis demokrasi dan pejuang anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela.

Siapa yang tidak mengenal Gandhi, yang berjuang selama 30 tahun melawan penjajahan Inggris bersama pemimpin India lainnya. Dengan ajarannya, ahimsa (tanpa kekerasan) serta satyagraha (keteguhan dalam kebenaran), Gandhi melawan penindasan dan kekerasan dengan cinta, kesabaran, dan kerelaan untuk menanggung segala konsekuensinya.

Tapi tahukah kamu sisi kehidupan Gandhi lainnya ? Tahukah kamu sisi kehidupan keluarganya ? Tahukah kamu bagaimana kecintaannya pada ratusan juta rakyat India ? Tahukah kamu visi kebapakaannya ? tahukah kamu sehingga Gandhi disebut sebagai Bapak Bangsa India ?

Kisah ini hanya dimiliki orang-orang besar seperti Gandhi, seperti Sukarno, seperti Che Gue Vara, seperti madam Teresa dan satu lagi seperti kamu tentunya. Tak satupun di antara mereka yang cengeng. Memang mereka nampak tidak peduli pada istri dan anak-anak mereka. Tapi kalau kamu menyelami kedalaman hati mereka sebenarnya kasih sayang mereka terlalu sempit untuk diterpakan hanya kepada happy-happy keluarga. Visi kebapakan mereka melampui mental-mental kebanyakan orang.

Sebagai bapak mereka memperluas jangkauan kebapakan mereka. Seluruh rakyat India adalah anak-anak Gandhi. Seluruh rakyat India adalah dalam cakupan perhatian kasih sayang Gandhi. Demikian pula Sukarno. Seluruh rakyat Indonesia adalah anak-anaknya. Seluruh rakyat Indonesia ingin diakui sebagai anak-anak Sukarno. Hingga hari ini Sukarno disebut sebagai bapak Bangsa Indonesia. Hingga hari ini Gandhi disebut sebagai Bapak Bangsa India. Semua berterimakasih pada manusia-manusia bermental agung, bermental luhur, bermental tangguh. Demikian pula, bunda Teresa telah memperluas jangkauan keibuannya. semua anak anak cacat ingin dianggap sebagai anak bunda Teresa. Ini bukan fiksi. Ini nyata. Para penulis novel paling tersohorpun tak mampu menulis kisah mereka. Bahasa sastra tingkat tinggi tak mampu membahasakan kehebatan mereka. Melampaui dunia hayal.

Suatu ketika, Gandhi memberi kabar gembira pada istri tercintanya. ” Bu , kepadaku diberikan satu tiket untuk beasiswa, pendidikan cuma-cuma. Terserah aku memberikannya kepada anak anakku “.
” Kebetulan sekali Pak, anak kita perlu biaya sekolah…”.

” Tiket ini akan aku berikan kepada seseorang yang aku lihat dia pantas menerimanya..”. kata gandhi.

” Bapak. Kenapa untuk orang lain ? Bukankah anak kita juga perlu sekolah ?”. Pedulikanlah anak kita sendiri..”. usul istrinya.
Gandhi tiba-tiba meninggikan suaranya seraya berkata pada istrinya , ” Bu , kamu kira seluruh rakyat India bukan anak-anakku..?”.
Mental pejuang. Keluasan cintanya sudah tak dapat diukur dengan cakupan keluarga biologis. Para pejuang sepanjang masa melahirkan anak-anak ideologis. Anak-anak spiritual. Anak-anak bermental pejuang. Cinta mereka melampaui batasan-batasan rumah. batasan-batasan kota. batasan-batasan organisasi. Batasan-batasan agama. batasan-batasan partai. batasan batasan negara sekalipun. Berhenti mengukur Gandhi dengan ukuranmu dan mengatakan kepadanya : ” Gandhi, pedulikan dulu keluarga dan anak anakmu !!!.

Setiap zaman lahir manusia mansia yang tidak dapat diukur dg ukuran ukuran umum. Mentalmu tidak cukup untuk menilai mental mereka. Cintamu tidak cukup mengukur keagungan cinta mereka. Mereka lah yang pantas menjadi ukuran kebapakan, ukuran kesetiaan, ukuran kecintaan, ukuran kepedulian, ukuiran perjuangan, ukuran pengorbanan.

13043582_1157923714226715_1594570651023524755_n

 

Kebahagiaan mereka berada di zona langit. Makanan mereka ilmu, hikmat, dan kebijaksanaan. Jangan mengukur mereka dengan ukuran orang kebanyakan tentang difinisi kesuksesan, definisi keberhasilan, definisi kebahagiaan, definisi perjuangan, definisi pengorbanan. Kitalah yang belajar pada mereka. Kitalah yang mencontoh ketangguhan mereka.
Gandhi , you are really beyond what I think about you. Sukarno you are beyond my imagination about you. You are you.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s