Anak Garuda Mental Ayam

Anak Garuda Mental Ayam

Oleh: Eza Azerila

 

13059638_1159066447445775_1826622549_n.jpg
Garuda itu jangkauannya tinggi luas dan jauh, kataku. Para pejuang sepanjang zaman begitu, bagaikan garuda. Mental mereka mental petarung. Tangguh.

Mengapa mereka disebut bermental garuda? Ilustrasinya gini biar mudah dipahami.

Suatu ketika, Induk garuda kehilangan telurnya. Berhari hari berminggu telurnya tak kunjung ditemukan. Dia terus mencari telur yang bakal menjadi generasi penerusnya tetapi tak pernah ditemukan.

Rupanya telur tersebut ditemukan oleh induk ayam. Bersama telur telur lainnya, telur itu dierami skalian. Menetaslah seekor bayi garuda bersama beberp ekor anak ayam. Bersama anak-anaknya induk ayam itu mengasuh dan membesarkan anak garuda.

Anak garuda tumbuh meremaja dalam buaian dan asuhan ayam. Makan dengn apa yang dimakan ayam. Berbudaya dengan budaya ayam. Diperkenalkan wawasan ayam. Dan dilatih dengan karakter ayam. Dia hanya melihat kebiasaan dan tradisi ayam.

Suatu ketika, insting induk garuda mencium aroma anaknya. Dengan kerinduannya yang sangat sang induk menukik turun ke arah kerumunan ayam. Dan ketajaman instingnya memastikan bahwa satu di antara mereka adalah gennya. Ternyata anaknya ditemukan sudah remaja.

Sang induk menyapa putranya, ingin skali ia dapat memeluknya dan membawanya pergi ke angkasa.

“Salam garuda duhai putraku.”.

” Siapakah engkau memanggilku seperti itu? ”

” Aku adalah indukmu wahai putraku . Marilah mensekat padaku dan ikut aku terbang menjelajah angkasa luas “.

” O tidak. Engkau bukan indukku. Aku tidak mengenalmu…”

” Putraku. Lihatlah perawakanmu. Engkau adalah putra garuda. Engkau putraku. Aku kehilanganmu.. Ayolah ikut bunda. Kita terbang ke angkasa.. ”

” Tidak. Aku ayam. Aku bukan garuda. Aku tidak dapat terbang tinggi. Terbang setinggi yang engkau lakukan bukanlah budayaku.. ”

Putraku ayo terbang, ayo ikut bersama bunda kita nikmati luasnya angkasa, kita hinggap di puncak-puncak gunung dan sesekali kita mengkonsumsi ikan-ikan segar di laut, sesekali kita nikmati daging-daging rusa..

Aku ayam. Makananku gabah-gabah dan kutu-kutu tanah. Aku tak dapat terbang ke angkasa itu bukan wilayahku.

Sang induk garuda tidak mampu meyakinkan bahwa garuda yang remaja itu adalah anaknya. Dia pergi kembali tanpa hasil membawa pulang putranya.

Padahal sang putra garuda hanya tinggal menyadari kegarudaan dirinya. Maka saat itu ia akan dapat melesat terbang ke angkasa. Namun mental ayamnya sudah terlampau menguat sehingga dia kehilangan kesejatian gen asalnya. Garuda.

Ya, sebenarnya kamu adalah seperti kisah garuda itu. Kamu adalah putra-putra langit. Kamu adalah anak-anak malaikat yang ditemukan di bumi. Lalu kamu diasuh, dibuai, dirawat dan dibesarkan dalam tradisi bumi, budaya bumi, kebiasaan bumi, makanan bumi sehingga terbentuklah didirimu karakter bumi. Mentalmu menjadi mental bumi.

Sebenarnya kamu cukup dengan menyadari bahwa kamu adalah putra langit. Maka saat itu kamu melesat terbang ke angkasa, makananmu penuh gizi, sekali kamu makan maka selamanya ia menjadi nutrisi yang mengenyangkan, semakin kamu membagi makanan itu ia semakin bertambah bukan semakin berkurang.

Makananmu bukan makanan bumi yang bila dimakan pagi hari siang kamu sudah lapar, dimakan siang malam kamu sudah lapar lagi. Makananmu yang membuatmu tidak pernah lapar lagi dan membuatmu terbang bermain main di surga adalah ilmu, pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan.

Kawan, sesungguhnya kita adalah putra-putra garuda. Putra-putra langit. Putra-putra malaikat yang ditemukan di bumi. Selama kita tidak menyadari asal-usul gen kita, kita hanya bermain-main di bumi. Hanya membangun kesenangan dalam budaya dan tradisi bumi. Mengkonsumsi makanan bumi. Memiliki karakter dan mental bumi.

Padahal hanya dengan menyadari gen langit kita, saat itu juga kita melesat terbang ke lapisan-lapisan langit tertinggi.
Jangan percaya bahwa kamu anak ayam!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s