Berhati hatilah Bertuhan!!!

Berhati hatilah Bertuhan!!! 

Asriana Kibtiyah

Oleh: Eza Azerila

 

13023330_1159080107444409_1370278897_n.jpg

 

Saat kamu bertuhan artinya kamu sedang menyikapi Tuhan. Tuhan yang Maha Halus Maha Lembut Maha Tak terbatas ini bersedia kamu sikapi sesuai kemauanmu. Dia tidak akan tersentuh dan terpengaruh dengan pujianmu yang sangat hebat atau penentanganmu yang luar biasa atau kepurapuraanmu yang sangat pandai melakon. Semua sikapmu terhadapnya hanya akan kembali menerpa dirimu. Dia hanya meng-iya-kan saja apa maumu. Dia akan memfasilitasi serba keinginanmu bahkan keinginanmu untuk melawanNya sekalipun, akan Dia berikan senjata yang tercanggih.

Berhati-hatilah berTuhan. Karna Dia telah menyatakan sikapNya padamu, ” Aku terserah sangkaanmu terhadapKu “. Jika kamu menyagka bahwa kamu raja maka Aku adalah suruhanmu. Jika kamu menyangka kamu guru maka Aku muridmu. Jika kamu menyangka dirimu penguasa maka Aku rakyatmu. Jika kamu menyangka dirimu Tuan Besar maka Aku hambamu.

Jika kamu menyangka kamu murid maka Aku gurumu. Jika kamu menyangka dirimu hamba maka Aku tuanmu. Jika kamu menyangka dirimu pelayan maka Aku pesuruhmu. Jika kamu meletakkan dirimu sebagai kekasih maka Aku adalah Cintamu.

Dan seterusnya.

Berhati-hatilah kamu berTuhan. Baik kamu mendekat padaNya atau menjauh sama-sama akan difasilitasiNya. Baik kamu merendah di hadapanNya atau mengangkuh akan difasilitasiNya.

Jika kamu tidak berhati-hati kamu bisa ge’er. Kamu pikir saat kamu dapat dukungan dan serba kemudahan kamu sedang difasilitasi disebabkan kedekatan tapi bisa jadi fasilitas itu demi semakin agar kamu semakin menjauh karena kamu ingin sekali menjauh dariNya.

Temanku ada dua kata Rumi. Yang satu sangat menyenangkan. Yang satu sangat menyebalkan. Kepada yang sangat menyenangkan aku ingin berlamalama dengan nya. Aku tak ingin kehilangan kemesraan bersamanya. Aku cari cara agar dia selalu dan tetap bersamaku. Kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Aku sangat mencintainya. Karena dia begitu indah, kata lyrik Padi. Setahun bersamanya seperti satu menit rasanya.

Tapi temanku yang satu dia sangat menyebalkan. Satu menit bersamanya seperti setahun rasanya. Dia hanya bicara tentang dirinya. Semua orang diukur dengan ukuran dirinya. Bicara kehebatan dialah yang paling hebat. Bicara pengalaman tidak ada yang melebihi pengalamannya. Bicara kemuliaan tak ada penduduk bumi yang lebih mulia darinya.

Jika temanku yang menyebalkan itu datang aku minta pembantuku untuk cepat-cepat membuatkan roti, cepat-cepat suguhkan jamuan, cepat-cepat penuhi kebutuhannya. Mengapa? Agar dia cepat pulang. Dia hadir demi dirinya bukan demi persahabatan abadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s