The Cyrcle of Love

The Cyrcle of Love
Adam Melati

Oleh: Eza Azerila

13081999_1162046507147769_699231955_n
Cinta itu bukan segi tiga. Meski ada cerita cinta segi tiga. Cinta itu sirkel. Lingkaran seperti roda. Cinta ini disebut self-love.

Meski secara tekstual Pancasila tidak cerita tentang cinta, tapi jika nuranimu hidup sebenarnya Pancasila sedang bercerita cinta sejati, the cyrcle of love.

Erich Fromm seingatku menulis buku berjudul The Art of Loving. Seni mencinta. Di bukunya itu dia hanya cerita satu hal : self-love.
.
Do you know what self-love is? Lalu, apa hubungannya dengan the cyrcle of love yang aku mau tulis?

Self-love adalah cinta diri. Mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri artinya kamu mengenali dirimu sedemikian rupa sehingga kamu jatuh cinta padanya. Saat kamu jatuh cinta pada dirimu maka kamu mulai menyayanginya, memberi perhatian terhadapnya, merawatnya, memeliharanya, menjaganya, membelanya, meningkatkan kualitas-kualitasnya, tidak menyakitinya, tidak membiarkan dia menderita ruhani, menderita pikiran, menderita perasaan, menderita mental.

Self-love berbeda dengan narsis. Narsis itu selfishness. Narsis itu mementingkan diri sendiri. Narsis itu kehilangan cinta diri. Narsis itu bukan dirimu, itu diri ilutif yang mengakungaku sebagai dirimu. Narsis itu mengajakmu untuk tidak peduli pada dirimu. Narsis itu membuatmu pada akhirnya menderita. Seorang yang narsis sedang menggali lubang sumur penderitaan terhadap dirinya yang murni.

Do you want to know what cyrcle of love is?

Saat kamu mencintai dirimu maka dengan perhatian penuh padanya kamu selalu meningkatkan kualitasnya. Kamu mulai meningkatkan kualitas ketuhananmu yang karenanya kamu semakin meruhani, semakin spiritual, dan semakin kuat roh cinta dalam dirimu . Semakin menguat cinta ketuhananmu maka semakin tumbuh jiwa kemanusiaanmu. Saat itu kamu semakin peduli pada sesama, semakin mencintai alam sekitarmu.

Dan mulailah cinta mensiklus berputar dan beredar tiada henti. Semakin kuat putarannya semakin menguat cinta itu berperistiwa dalam hidupmu. Cintamu berputar putar dalam poros cinta diri , cinta Tuhan, dan cinta alam.

13082000_1162046500481103_1367870766_n

Semakin kamu mencintai dirimu semakin kamu mencintai sesama dan alam. Semakin kamu mencintai sesama dan alam semakin tumbuh rasa cintamu kepada Tuhan. Semakin kamu mencintai Tuhan semakin pula Tuhan menenggelamkanmu dalam samudra cintaNya. Dan semakin kamu tenggelam dalam cintaNya kamu pun tak dapat lagi melakukan apa-apa selain mencinta dan mencinta. Mengapa? Karena saat itu kamu adalah cinta. Dan cinta adalah kamu.

Cinta hanya bicara soal cinta. Tema hidup cinta adalah cinta. Isunya isu cinta. Nafasnya nafas cinta. Senyumnya senyum cinta. Kehadirannya kehadiran cinta.

Dan pada akhirnya, kehilanganmu sama dengan kehilangan cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s