Hidup, Antara Cinta dan Kepentingan

Hidup
Antara Cinta dan Kepentingan

Kusembahkan tulisan ini buat dinda Radinda Amelia.
Oleh: Eza Azerila, Konsultan Politik dan Bahasa.

13101375_1165616540124099_1647300741_n

Hidup ini hanya soal sikap menyikapi. Gk ada yg lain. Kataku

Maksudnya!!?
Setiap orang ,selama hidupnya, ia hanya berada pada soal sikap menyikapi. Saat dia berinteraksi dengan dirinya saat itu ia menyikapi dirinya. Saat dia berinteraksi dengan lingkungannya, saat itu ia menyikapi lingkungannya. Saat ia berinteraksi dengan Tuhannya, saat itu bagaimana ia menyikapi Tuhannya. Saat dia berinteraksi dengan profesi atau pekerjaannya, saat itu ia menyikai profesinya. Dan saat ia berinteraksi dengan orang-orang, dengan orang tuanya, dengan sahabatnya, dengan kekasihnya dst, di saat itu dia menyikapi orang-orang itu.

 
Oooo yaa…, trusss..!??
Trus ya bagaimana soal sikap menyikapi pun hanya dua aja basisnya. Apakah ia berbasis cinta ato berbasis kepentingan. Gitu aja. Kataku
Klo yang berbasis cinta cirinya apa..!??
Yang berbasis cinta cirinya permanen seumur cinta itu sendiri. Yang berbasis kepentingan cirinya temporal sebatas kepentingan itu sendiri.
Misalnya interaksimu dengan Tuhanmu, jika basisnya cinta kamu akan tetap bersemangat kepada-Nya betapapun doa-doamu seolah tidak mendapatkan jawaban dan pengabulan. Tapi jika basisnya kepentingan ya kamu semangat kepada Tuhanmu saat memohon dan pergi saat permohonanmu sudah diberikan. Atau lesu saat kepentinganmu tidak kunjung kamu dapatkan. Karena hubunganmu kamu ukur sebatas kepentinganmu, sebatas hasratmu, sebatas seleramu, sebatas pihakmu.
Misalnya lagi, interaksimu dengan orang-orang dalam pergaulan sosial, politik, bisnis, ekonomi dsb. Jika basisnya cinta pergaulanmu tetap terpelihara dengan baik tapi jika basisnya kepentingan hubunganmu berlangsung sebatas kepentinganmu apakah tercapai atau tidak. Sehingga ada ungkapan tiada yang abadi kecuali kepentingan. Ungkapan itu terjadi bukan hanya di dunia intrik. Tapi di kehidupan sehari-hari. Seharusnya ungkapan itu berbunyi tiada yang abadi selain cinta.

 
Sederhananya, sikap cintamu berorientasi permanent, keabadian, kebahagiaan, manfaat bagi semua pihak, kesetiaan, kesabaran, ketangguhan, kepedulian, dan tanggungjawab. Karena cintamu mengandung cherist every moment, peace every moment, happy ecerymoment. Sikap cintamu bertenaga, berenerzi, berkekuatan yang berasal dari inner-power, inner-beauty, inner-dynamic. Tak ada kekuatan apapun yang dapat merusak hubungan interaktifmu dengan apa dan siapapun jika basisnya adalah cinta.
Hubungan persahabatan, kekeluargaan, perjuangan, keagamaan, kemasyarakatan, pergerakan, keorganisasian, perintrikan, perekonomian, perniagaan, menjadi rusak biasanya karena dibangun atas fondasi yang rapuh. Fondasi kepentingan. Bangunan tegak selama kepentingan masih menjadi harapan. Ketika kepentingan sudah tak ada lagi maka seluruh bangunan persahabatan, perniagaan, perpolitikan, kemasyarakatan tadi yang telah dibangun bertahun-tahun runtuh dalam sekejap mata, roboh dalam hitungan kurang dari satu detik. Hmm

Hidup hanya soal sikap menyikapi. Sikap menyikapi hanya soal cinta atau kepentingan. Cinta berorientasi permanen. Kepentingan berorientasi temporal. Gitu aja kawan.

Selamat berinterkasi dan menyikapi hidup kawan.

13100966_1165616536790766_1198720074_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s