Terima Kasih

Terima Kasih

Oeleh: Eza Azerila


Jika hidup ini dijalani secara sederhana maka sudah cukup membawa kita pada kebahagiaan. Hidup ini menjadi survive dan berlangsung ketika ada aktifitas sirkulasi. Dan sirkulasi itu begitu sederhananya beroperasi dalam kegiatan terima dan kasih.
Lihatlah alam ini berlangsung abadi karena menjalani pola sirkulasi terima – kasih. Bumi menerima air dari langit berupa hujan, lalu bumi kasihkan lagi air itu ke langit dalam bentuk uap ,dan begitu seterusnya terima – kasih terjadi bersirkulasi membentuk keseimbangan alam. Kamu menerima udara ke paru-parumu dan kamu mengeluarkannya lagi, kamu kasih, sehingga terjadi kesegaran. Bayangkan jika kamu hanya menerima udara dan tidak kamu kasihkan lagi. Bukankah menolak hukum terima kasih sangat membahayakan hidupmu?

Terima Kasih Pasif

Mereka yang hidupnya terima kasih akan meningkat kualitas dirinya. Kamu menerima hadiah ruhani, akal nurani, akal pikiran, kecerdasan perasaan, lalu setelah kamu terima kamu mengasihi pemberian pemberian ini kamu merawatnya, memberi perhatian padanya, menjaganya jangan sampe rusak, mencemerlangkannya, dan meningkatkan kualitasnya, maka kamu akan menemukan efek terima – kasihmu itu dalam bentuk dirimu yang lebih berkualitas secara spiritual, intelektual, rasional, emosional, dan aktual.

Namun mereka yang hanya menerima pemberian dan tidak mengasihi pemberian pemberian yang diterimanya itu maka segala sesuatu yang diterimanya itu menjadi sia-sia, menjadi lapuk, menjadi rusak, menjasi tak berharga, menjasi barang rongsokan. Betapapun ketika kamu berterima kasih segala manfaatnya kembali pada dirimu. Dan ketika kamu tidak berterima kasih segala kerusakan dan bahayanya pun kembali pdmu.

Terima kasih pasif artinya kamu mengasihi segala apa yang kamu terima dalam bentuk perawatan, pemeliharaan dan peningkatan. Beroperasi ke dalam.

Terima Kasih Aktif
Setiap saat kamu menerima anugerah kasih sayang. Kamu menerima kasih sayang berupa HIDUP. Hidup adalah roh, semangat, gairah, pertumbuhan, perkembangan dan kebahagiaan. Jika tak ada lagi roh, tak ada lagi semangat, tak ada lagi tenaga, tak ada lagi energi, tak ada lagi gairah, tak ada lagi pertumbuhan, tak ada lagi perkembangan, dan tak ada lagi kebahagiaan, masihkah ada yang disebut hidup di situ?

Kamu menerima hidup dari Sang Maha Memberi dan kamu mesti mensirkulasikannya dalam bentuk mengasihnya agar kamu semakin menerima. Semakin kamu memberi hidup maka kamu semakin menerimanya. Karena kamu menjalani hukum sirkulasi terima dan kasih.

Menerima hidup sudah, lalu bagaimana mengasih hidup? Ya, kamu memberi nyawa pada semangat yang mati, pada kesadaran yang sekarat, pada pikiran yang membatu. Kamu terima hisup agar kamu menghidupkan, menggairahkan, memberi energi, menumbuhkan, mengembangkan, dan membahagiakan. Semakin kamu menghidupkan kamubpun semakin hidup. Semakin kamu mengasih semakin pula kamu menerima.

Hidup ini beroperasi dengan pola sangat sederhana, tarik nafasmu dan hembuskan, terima anugrah dan kasihkan pada alam sekitar..

Terima Kasih membuat kehidupan bersirkulasi. Sirkulasi membuat kehidupan alam terus berlangsung.

Stroke terjadi karena darah tidak bersirkulasi dengan baik.
Terimakasih selain merupakan ungkapan manis yang didengar juga merupakan pola hidup sirkulatif..
Kamu adalah manusia yang berpola hidup terima kasih saat kamu merawat dan meningkatkan pemberian Tuhan berupa ruhani, akal, perasaan dan segenap keberadaanmu sedemikian rupa sehingga kamu menjadi manusia berkualitas yang dengan kualitas dirimu itu kamu hadiahkan pada kehidupan alam semesta.

terimakssih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s