Jadikan Enerzi

Oleh : Eza Azerila

kupu22

Jadikan Enerzi, Oleh Eza Azerila

Kawan, mungkin kamu kesal, jengkel, marah, melihat ketidakpedulian di sana-sini, menyaksikan kerusakan moral, melihat kepongahan para pejabat, melihat berita politik, melihat program culas pertelivisian, dsb.

 

Mungkin kamu ingin melakukan perubahan segera karena geram, karena tertekan, karena idealisme, karena panggilan nurani.

 

Kawan, yang geram sepertimu banyak, yang marah sepertimu tidak sedikit, yang ingin melakukan perubahan bangsa ini sepertimu sangat berlimpah. Mereka mulai melakukan ini dan itu. Mereka mulai membuat gerakan ini dan itu. Mereka mulai membuat organisasi ini dan itu. Mereka mulai menggalang kekuatan ini dan itu.

 

Kawan. Kamu bukanlah orang pertama yang merasakan hal itu. Kamu bukan orang pertama yang mendambakan perubahan ke arah yang lebih baik. Sebelummu sudah ada yang melakukannya dan mereka bahkan sudah duduk di kursi kekuasaan. Sebagian mereka sudah jadi mentri, sudah jadi bupati, sudah jadi gubernur, bahkan sudah jadi presiden.

 

Tapi, mereka tidak dapat melakukan apa-apa dengan jabatan mereka itu. Seolah mereka lupa dengan niat mereka. Seolah mereka tak ingat lagi tentang cita-cita ideal mereka.

 

Kawan. Simpanlah kegemasanmu itu, kegusaranmu itu, kemarahanmu itu, keinginanmu untuk merubah ini dan itu. Simpan semuanya kemudian ubah menjadi enerzi, untuk melakukan langkah pertama yang lebih penting dari semuanya. Langkah pertama itu ialah untuk memperbaiki dirimu, untuk meningkatkan kualitasmu, untuk lebih fokus pada perbaikan dirimu.

 

Kawan. Ketika ruhanimu sudah mulai bangkit, ketika daya intelektualmu mulai menyala, ketika kesabaranmu sudah cukup tangguh, ketika kepedulianmu pada bangsa bukan sekedar ambisi untuk kesejahteraan, saat itulah ucapanmu mulai didengar, gerak diammu menjadi magnet, langkahmu diikuti, ketulusanmu mengobati mereka yang menderita. Saat itu, saat kamu melangkah , mereka yang setia padamu ikut melangkah di belakangmu, saat kamu menoleh ke kanan semua yang percaya padamu menoleh ke kanan, diammu menjadi diam mereka, gerakmu menjadi gerak mereka.

 

Kawan, tak mengapa kamu tidak dikenal, tak mengapa kamu dibilang tidak peduli, tetapi sebenarnya kamu sedang melakukan suatu yang besar, kamu bagaikan ulat yang tak melakukan apa-apa namun pada saatnya, tiba-tiba ia muncul begitu indah sebagai kupu-kupu.

 

Kawan. Sekali lagi, simpan amarahmu, kegeramanmu, dan jadikan semuanya sebagai kekuatan, sebagai enerzi, sebagai daya dorong, sebagai bahan bakar untuk kamu bangkit. Dan sekali kamu bangkit tak seorangpun dapat bersembunyi dari terpaan cahayamu, tak seorangpun dapat bertahan dari daya magnitmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s