Kamu Selalu Bertemu Dengan Sesuatu Yang Kamu Pertuhankan

Oleh : Eza Azerila

tuhan-pertuhankan

Tuhan yang kamu Pertuhankan, Oleh Eza Azerila

Kawan. Setiap orang pasti menemui Tuhannya. Setiap orang hanya menemui Tuhannya masing-masing. Tuhanmu adalah apa yang menjadi pusat perhatianmu, apa yang kamu cintai, apa yang kamu gandrung habis kepadanya, apa yang kamu bela mati-matian deminya, apa yang kamu mau berkorban apa saja deminya, apa yang kamu punya ketergantungan padanya.

 

Apa pun yang kamu cintai sedemikian rupa yang membuatmu selalu mengingatnya, yang membuatmu memperjuangkannya, yang membuatmu tergila-gila padanya, yang membuatmu tidak ingin berpisah darinya, yang membuatmu menjadikannya ukuran kebenaran dan keberpihakan, itulah Tuhanmu. Itulah yang kamu Pertuhankan.

 

Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa menghendaki agar Dialah Tuhanmu itu. Dia menghendaki agar Dialah yang menjadi pusat perhatianmu, agar Dia yang menjadi ukuran kebenaran . Dia menghendaki agar hanya Dia yang dipertuhankan.

 

Kawan. Tuhanmu adalah sesuatu yang kamu pertuhankan. Kamu hanya akan bertemu kepada sesuatu yang kamu pertuhankan itu. Seseorang diberi ruang untuk memilih apakah Tuhan Yang Maha Kuasa yang dipertuhankan atau selain-Nya.

 

Jika Tuhan Yang Maha Kuasa yang kamu pertuhankan, maka kamu niscaya akan bertemu kepada-Nya. Jika sesuatu selain-Nya yang kamu pertuhankan, kamu pun dipastikan bertemu dengan Tuhanmu itu.

 

Siapa atau apakah yang kamu pertuhankan ?

Itulah Tuhanmu, itulah yang pasti akan kamu temui dan dia menemuimu. Setiap saat dan kesempatan, kamu selalu bertemu dengan yang kamu pertuhankan.

 

Kawan. Selamanya kamu takkan pernah mau berpisah dengan apa yang kamu pertuhankan. Bagaimana mungkin kamu berpisah darinya ?

Karena kamu selalu ingin bersamanya, memperhatikannya, membelanya, mempertahankannya, memperjuangkannya, memeluknya, dan menjadikannya pusat perhatianmu satu-satunya.

 

Tidakkah kamu perhatikan ada seseorang yang telah mempertuhankan dirinya sendiri ?

Mempertuhankan kepetingannya, gagasannya, idenya, hasratnya, hobinya ?

 

Adakah pula yang mempertuhankan agamanya, partainya, jabatannya, dsb..?

 

Kawan. Semakin lemah sesuatu yang kamu pertuhankan semakin lemah dirimu, semakin kuat yang kamu pertuhankan semakin kuat dirimu. Dengan begitu, mengapa kamu tidak pertuhankan saja Dia Yang Maha Adi Daya dan Maha Abadi sehingga kamu ikut menjadi adi daya dan menjadi berkeabadian ???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s