Hidup, Antara Cinta dan Kepentingan

Kusembahkan tulisan ini buat dinda Radinda Amelia

cintadankepentingan
“Hidup ini hanya soal sikap menyikapi. Tidak ada yang lain.” Kataku
“Maksudnya !!?”

 

Setiap orang selama hidupnya, ia hanya berada pada soal sikap menyikapi. Saat dia berinteraksi dengan dirinya saat itu ia menyikapi dirinya. Saat dia berinteraksi dengan lingkungannya, saat itu ia menyikapi lingkungannya. Saat ia berinteraksi dengan Tuhannya, saat itu bagaimana ia menyikapi Tuhannya. Saat dia berinteraksi dengan profesi atau pekerjaannya, saat itu ia menyikai profesinya. Dan saat ia berinteraksi dengan orang-orang, dengan orangtuanya, dengan sahabatnya, dengan kekasihnya dst, di saat itu dia menyikapi orrang-orang itu.

 

“Oooo yaa…, trusss.. !??”

 

“Lalu bagaimana soal sikap menyikapi pun hanya dua saja basisnya. Apakah ia berbasis cinta atau berbasis kepentingan. Gitu saja.” Kataku.

 

“Kalau yang berbasis cinta, cirinya apa.. !??”

 

Yang berbasis cinta, cirinya permanen seumur cinta itu sendiri. Yang berbasis kepentingan cirinya temporal, sebatas kepentingan itu sendiri.

 

Misalnya interaksimu dengan Tuhanmu, jika basisnya cinta kamu akan tetap bersemangat kepada-Nya . Betapapun doa-doamu seolah tidak mendapatkan jawaban dan pengabulan. Tapi, jika basisnya kepentingan maka kamu semangat kepada Tuhanmu saat memohon dan pergi saat permohonanmu sudah diberikan. Atau lesu saat kepentinganmu tidak kunjung kamu dapatkan. Karena hubunganmu kamu ukur sebatas kepentinganmu, sebatas hasratmu, sebatas seleramu, sebatas pihakmu.

 

Misalnya lagi, interaksimu dengan orang-orang dalam pergaulan sosial, politik, bisnis, ekonomi dsb. Jika basisnya cinta pergaulanmu tetap terpelihara dengan baik, tapi jika basisnya kepentingan hubunganmu berlangsung sebatas kepentinganmu apakah tercapai atau tidak. Sehingga ada ungkapan tiada yang abadi kecuali kepentingan. Ungkapan itu terjadi bukan hanya di dunia intrik. Tapi di kehidupan sehari-hari. Seharusnya ungkapan itu berbunyi tiada yang abadi selain cinta.

 

Sederhananya, sikap cintamu berorientasi permanent, keabadian, kebahagiaan, manfaat bagi semua pihak, kesetiaan, kesabaran, ketangguhan, kepedulian, dan tanggungjawab. Karena cintamu mengandung cherist every moment, peace every moment, happy ecerymoment. Sikap cintamu bertenaga, berenerzi, berkekuatan yg berasal dari inner-power, inner-beauty, inner-dynamic. Tak ada kekuatan apapun yang dapat merusak hubungan interaktifmu dengan apa dan siapapun jika basisnya adalah cinta.

 

Hubungan persahabatan, kekeluargaan, perjuangan, keagamaan, kemasyarakatan, pergerakan, keorganisasian, perintrikan, perekonomian, perniagaan, menjadi rusak biasanya karena dibangun atas fondasi yang rapuh. Fondasi kepentingan. Bangunan tegak selama kepentingan masih menjadi harapan. Ketika kepentingan sudah tak ada lagi, maka seluruh bangunan persahabatan, perniagaan, perpolitikan, kemasyarakatan tadi yang telah dibangun bertahun-tahun, runtuh dalam sekejap mata, roboh dalam hitungan kurang dari satu detik.

Hidup hanya soal sikap-menyikapi. Sikap-menyikapi hanya soal cinta atau kepentingan. Cinta berorientasi permanen. Kepentingan berorientasi temporal. Gitu saja kawan.

Selamat berinterkasi dan menyikapi hidup kawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s