Siapapun Kamu Bukan Musuhku

Indonesiaku..

bukan-musuhku

 

Memang Pancasila hebat. Bagaimana tidak hebat fokus perhatiannya hanya pada ketuhanan dan kemanusiaan. Bangsa yang orientasinya pada program ketuhanan tidak akan pernah punya musuh. Dan bangsa itu akan sangat produktif.

 

“Saat kamu tidak punya musuh, maka hidupmu akan menjadi sangat produktif. Kamu hanya konsentrasi pada pembangunan dan peningkatan kualitas ketuhanan dan kemanusiaan. Kamu hanya sibuk membangun dan membangun hidup ,kehidupan dan penghidupan dengan kualitas ketuhanan dan kemanusiaan. Dan saat itu siapapun di hadapanmu bukanlah musuhmu.” Kataku

 

“Terlalu idealis kamu, yang realistis dong! Mana ada hidup gak punya musuh ? Orang yang gak punya musuh itu hanya orang munafik.” Kata mereka.

 

Perhatikan redaksi yang aku nyatakan “siapapun bukanlah musuh di hadapanmu”. Kataku

 

“Maksudnya?”

 

“Ya, bukan berarti gak punya musuh. Musuh harus tetap ada. Tanpa musuh hidup ini gak dinamis.” Kataku. “Betul orang yang tidak punya musuh itu munafik. Tapi jangan sampai kita salah menentukan musuh.”

 

“Jadi musuh kita siapa?”

 

“Bukan siapa tapi apa.” Kataku.

 

“Ya deh, apa ?”

 

Musuh bangsa yang oriantasinya Pancasila adalah kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, kedunguan, perpecahan. Semua elemen bangsa yang beda suku, agama, golongan, partai bukan musuh. Semua adalah saudara. Semua harus berhimpun, merakit dan merekar, mengait dan menguat bersatu padu untuk menghadapi musuh bersama. Musuh bersama kita adalah kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, ketidakadilan, perpecahan.

 

Dengan pemetaan musuh yang benar, bangsa ini tidak menghambur-hamburkan waktu, tenaga, dan enerzi memerangi yang bukan musuh. Kamu tidak sadar diciptakan musuh musuh ilusi dengan dibenturkan perbedaan perbedaan suku, ras, agama, partai dan golongan, sehingga kamu lupa terhadap musuhmu yang sebenarnya.

 

Perbedaan itu keniscayaan hidup bukan agar bersaing, tapi agar saling melengkapi. Perbedaan itu kekayaan dan keindahan. Jika kamu menjadi kaya semua kehidupan ini malah tidak berjalan. Malah tidak ada pembangunan. Tidak ada saling mengisi. Tidak ada yang jadi bos dan tidak ada perniagaan.

 

Bayangkan jika semua orang adalah dokter, atau semua adalah politisi, atau semua orang pintar, atau se,ua orang bodoh. Kehidupan ini berlangsung survive dan dinamis berkat adanya perbedaan. Perbedaan mesti disikapi agar saling mengisi dan melengkapi. Perbedaan itu aset. Perbedaan itu kekayaan. Perbedaan itu kelengkapan. Perbedaan itu dinamika. Perbedaan itu romantika. Perbedaan itu mekanika hidup. Perbedaan itu keniscayaan. Perbedaan itu kenyataan.

 

Yang diperlukan bagaimana mengorganisasikan, mengkoordinasikan, mengharmonikan perbedaan menjadi kekuatan. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk bermusuhan. Perbedaan harus disikapi sebagai, saling ketergantungan untuk saling melengkapi segala kekurangan yang ada pada masing-masing elemen bangsa. Sinergi terjadi ketika ada perbedaan kaya miskin, bodoh pintar, pemimpin rakyat dst.

 

Bayangkan jika mobilmu adalah gas semua, atau rem semua, atau setir semua, atau lampu semua.

 

Energi bangsa ini habis percuma selama berpuluh-puluh tahun, karena keliru mendefinisikan musuh. Keliru memetakan musuhnya.

 

Bangsa ini akan maju pesat melampaui bangsa manapun jika orientasinya ketuhanan. Ketuhanannya akan mewujudkan kemanusiaan. Kemanusiaannya akan mewujudkan keadilan. Keadilannya akan menerima perbedaan.

 

Saat itu maka setiap anak bangsa akan berkata dalam satu sikap yg cerdas dan elegan :

SIAPAPUN KAMU BUKAN MUSUHKU.

 

Musuh kita yg hrs kita perangi dg segala daya upaya dan kesungguhan bersama adalah kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, kemunduran, ketidakadilan dan perpecahan.

 

‪#‎kuhadiahkan‬ tulisanku ini buat Adam Melati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s