Dicari! Pemimpin Dunia

Dicari! Pemimpin Dunia.

dicari-pemimpin-dunia

Dunia hari ini, masih belum mencapai cita-cita idealnya. Masih terkungkung dalam ilusi tribalismenya. Masih terkotak-kotak dalam ilusi nasionalismenya. Masih terjerat dalam hayalan chauvinistiknya. Masih terpenjara dalam ideologi-ideologi sektoral parsialnya. Masih terbawa dalam gagasan saling menguasai oleh dan terhadap bangsa lain. Masih bermental zaman batu dengan kemasan teknologi.

Belum ada kemajuan. Masih menggunakan logika yang kuat yang menang. Yang kuat yang menguasai. The survival of the fittest. Sejak ribuan tahun lamanya, belum ada kemajuan berarti. Masih doyan perang, demi penguasaan dan penjajahan. Masih sangat primitif. Yang membedakan hanya alat-alat perang yang digunakan. Tetapi watak perang dan doyan membunuh demi menguasai bangsa lain masih sama. Watak barbarnya belum berubah sama sekali. Watak primitifnya masih sangat kuat.

Ciri ciri watak primitif adalah berorientasi pada penguasaan demi keberlangsungan hidup fisik biologis. Bahkan dunia hari ini dengan watak primitifnya lebih ganas. Lebih massive. Daya jangkaunya lebih jauh. Daya cakupnya lbh luas. Daya melumpuhkannya lebih efektif dan akurat.

Dunia hari ini disebut maju hanya di tingkat teknikal. Di level teknologi. Di kelas instrumental. Di skala alat-alat belaka. Wataknya tidak punya kemajuan. Kesadarannya jalan di tempat. Beda kaum primitif sekarang dengan yang dulu hanya di level instrumental equipment. Dahulu mereka naik kuda sekarang naik tank baja. Dahulu mereka pakai senjata panah beracun sekarang mereka gunakan senjata berhulu ledak nuklir. Jiwa barbariannya sama.

Dunia Barat dan Timur dengan ideologinya gagal membawa dunia pada kemajuan. Pada kedamaian. Pada kemanusiaan. Pada keadilan. Mengapa ?

Karena ideologinya berporos pada materialisme.

Dalam dunia yang sekarang ini materialisme menjadi satu-satunya ukuran kebenaran. Satu-satunya standar pembelaan diri. Meski tuhan disebut, agama diberi ruang, dan hak asasi manusia dikumandangkan, tapi semuanya hanya berfungsi sebagai alat untuk menegakkan watak materialismenya. Tuhan, kemanusiaan, dan agama masuk dalam domain alat dan instrumen penguasaan kaum materialisme.

Jiwa materialis adalah jiwanya kaum barbar dan primitif yang berjaya pada 500 juta tahun lalu. Watak mereka watak kanibal. Watak reptil. Orientasi watak reptil adalah pada pemenuhan kebutuhan biologis : watak dasarnya adalah hidup untuk makan, minum, dan berkembang biak. Tidak ada kegiatan yang lebih suci bagi kaum materialis kecuali makan, minum, dan berkembang biak. Demi orientasi makan, minum, dan berkembang biak ini, maka kaum primitif sangat possesif, sangat protektif, sangat reaktif, dan sangat defensif destruktif.

Mereka dengan berbagai cara, metode, teknik dan strategi untuk dapat menguasai sumberdaya alam untuk kelestarian hidup ras mereka. Untuk keselamatan mereka. Untuk kenyamanan mereka. Di sinilah watak penjajahan mental primitif beroperasi.

Kepemimpinan dunia yang disebut negara-negara maju sebenarnya ilusi. Mereka gagal membawa umat manusia pada cita-cita ideal kemanusiaan. Dari segi teknologi memang maju tapi dari segi watak dasar primitif, mereka masih jalan di tempat. Sampai hari ini umat manusia masih dalam pencarian model kepemimpinan ideal yang membawa mereka pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan kebijaksanaan, dan keadilan.

Kepemimpinan dunia ideal harus datang dari konsep ideologi yang ideal. Dan berita gembiranya, ideologi ideal yang akan membawa umat manusia pada kemajuan nilai hakikinya adalah ideologi yang berorientasi pada ketuhanan, kemanusiaan, kebijaksanaan, kebenaran dan keadilan. Dan ideologi itu hanya ada di nusantara ini.

Jadi darimanakah pemimpin dunia itu akan muncul ?

Dengan logika ini maka calon pemimpin dunia itu berasal dari nusantara.

Siapakah dia itu ?

Salah satu calonnya adalah kamu, dirimu.

SEMAKIN MENGUAT DIRIMU MENGUKIR NILAI NILAI PANCASILA, SEMAKIN MENGUAT PULA KAMU SEBAGAI CALON PEMIMPIN DUNIA.

.

Hanya Pancasila yang memenuhi syarat sempurna, menjadi ideologi dunia. Ideologi Pancasila begitu universal. Adakah yang lebih agung daripada isu ketuhanan, kemanusiaan dan keadilan. Adakah yang dapat menyatukan umat manusia dari perbedaan suku, ras, kebangsaan, dan agama selain Pancasila.

Sedemikian hebat ideologi yang kamu warisi ini, maka kamu dijauhkan dari warisan ideologimu karena jika kamu menguat dengan ideologimu, kepemimpinan dunia kamulah yang paling pantas dan paling berhak atasnya.

Advertisements

Bijaksana

GUYON PARIKENO NYA KATA “BIJAKSANA”
Oleh: M Firdaus Nasution

image

Jalan Pancasila

Dalam dunia perjuangan biasanya kata “Bijaksana” di sifati oleh pejuang kaum kanan yang selalu bijak’sana kpd lawan & kawan sehingga dalam sejarahnya bangsa kita kaum kanan selalu tertipu daya oleh lawannya (zaman waktu bangsa kita masih sporadis perjuangannya).

Sedangkan sifat “Bijak’sini” selalu di sifati oleh pejuang kaum kiri, perjuangannya selalu bijak’sini tanpa memberikan “Kebijak’Sonoan” sedikitpun kepada lawannya (Tan Malaka; Merdeka 100%).

Lalu bagaimana menurut para founding father bangsa kita setelah mengalami sejarah sikap perjuangan bangsanya ?

Sejarah menjawab; Puncaknya keistimewaan Bangsa kita adalah di saat Bangsa kita menemukan garis cara perjuangannya sendiri, yaitu;

“NETRAL, tidak bersifat KANAN ataupun bersifat KIRI”

NETRAL, bukan NETRAL PASIF yang tidak peduli kepada Bangsanya, yang membiarkan kaum KANAN dan kaum KIRI teradu domba, dan sibuk menina bobokan Masyarakat agar tidak turut campur dan akhirnya Rakyat tak mengenal mana lawan mana kawan, mana kemiskinan & kebodohan produk penjajahan, mana kemiskinan & kebodohan produk kemalasan, selamat bobok siang brooo.. Hehehe.. Dan di Bangsa ku berdiri ini tumbulah dengan subur Program PROXY WAR

NETRAL, ya NETRAL AKTIF Hikmat yang di dapat Bung Karno dan kawan-kawan saat itu dalam sikap perjuangan yang di darah dagingkan kepada Bangsa kita, NETRAL AKTIF berada di tengah-tengah antara KAWAN KANAN dengan KAWAN KIRI dulu nama programnya NASAKOM sekarang MAGICOM hehehe.. dalam menghadapi LAWAN nya, jadi NETRAL AKTIF itu bukan berdiri di tengah-tengah antara LAWAN & KAWAN berlagak Pahlawan Kesubuhan yang meninabobokan KAWAN KIRI & KANAN dan mempersilahkan LAWAN memainkan Aksinya dengan harapan iman seyakin-yakinnya bahwa PER-LAWAN-AN akan berakhir dengan sendirinya secara otomatis jika perjuangannya di NETRAL PASIF-kan, jika perjuangannya di BIJAKSONOKAN atau di BIJAKSINIKAN bahkan bereksperimen dengan BIJAKSANA sekaligus BIJAKSINI dalam paham yang keliru tentang apa itu NETRAL AKTIF hihihi..

Salam KOMANDO, Siap AKSI, dalam Program PEMBANGUNAN MANUSIA PANCASILA sebagai SEMANGAT MERAH PUTIH Bangsa kita.